Ekonomi & BisnisRagamTeknologi & Digital

Gegara Gengsi, Utang Pinjol Rp3 Juta Meledak Jadi Rp60 Juta: Kisah Mirna Viral di TikTok

×

Gegara Gengsi, Utang Pinjol Rp3 Juta Meledak Jadi Rp60 Juta: Kisah Mirna Viral di TikTok

Sebarkan artikel ini
Ist

NusantaraTop.co – Kisah pilu dialami Mirna, seorang perempuan perantau yang nekat meminjam uang dari pinjaman online (pinjol) hanya demi memenuhi gengsi ingin punya mobil baru. Apa yang awalnya terlihat seperti kebanggaan justru berujung mimpi buruk: utang Rp3 juta yang ia pinjam melonjak jadi Rp60 juta hanya dalam empat bulan.

Kisah Mirna ini diungkap oleh akun TikTok Khalisa Melia dan menjadi sorotan banyak warganet.

Hidup Stabil, Tergoda Mobil Baru

Mirna dan suaminya merantau dengan penuh harapan. Sang suami bekerja di sebuah pabrik, sementara Mirna membuka warung di rumah kontrakan mereka. Pasangan muda itu bahkan sepakat menunda memiliki anak agar bisa lebih dulu membeli rumah dan mobil.

“Ekonomi kita sudah stabil, lagi tenang-tenangnya hidup. Tapi malah tergoda menyicil mobil. Ternyata keputusan itu sangat fatal,” ungkap Mirna, dikutip dari Tribun Jateng, (Rabu 24/9/2025).

Keinginan untuk terlihat sukses di perantauan membuat Mirna nekat. Saat uang DP mobil kurang Rp3 juta, ia memilih jalan pintas: pinjam uang lewat pinjol.

“Benar-benar bodoh. Padahal sebenarnya kita belum terlalu butuh mobil, hanya ingin dianggap berhasil saja,” katanya.

Dari Rp3 Juta Jadi Rp60 Juta

Sejak saat itu, hidup Mirna dan suaminya berubah drastis. Mereka harus menanggung cicilan rumah, mobil, dan pinjol sekaligus. Tabungan habis, sementara gaji suami tak lagi cukup.

“Bunganya sangat besar dan jatuh tempo cuma dua minggu. Kami mulai gali lubang tutup lubang. Empat bulan kemudian, utang Rp3 juta berubah jadi Rp60 juta,” tutur Mirna.

Teror dari debt collector pun kian membuat stres. Bahkan orang tua dan mertua mereka ikut dihubungi untuk menagih utang. Hingga akhirnya, mobil impian disita pihak leasing.

“Kami tak kuat lagi. Akhirnya aku dan suami memutuskan kabur, meninggalkan rumah, pekerjaan, dan semua perabotan,” ujar Mirna.

Kasus Serupa Menjerat Laelatus, Janda Muda Tertipu Pinjol

Tak hanya Mirna, kisah pilu juga dialami Laelatus Sholehah (30), seorang janda muda dengan anak kecil di Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan.

Berawal dari niat mencari pinjaman online, Laelatus justru terjerat penipuan. Ia diminta transfer uang sebagai biaya administrasi Rp250.000, lalu kembali diminta Rp1 juta dengan alasan asuransi.

“Merasa janggal dan tak punya uang lagi, barulah korban sadar bahwa ia tertipu,” jelas Kapolsek Sungai Loban, Iptu Kity Tokan.

Mengetahui kondisi Laelatus, Bhabinkamtibmas Desa Tri Martani, Aipda Muhammad Yamin, turun tangan. Dari kantong pribadi, ia mengganti uang korban Rp250.000 yang hilang, bahkan menambahkan Rp200.000 untuk membeli susu anak Laelatus.

“Ini menjadi pelajaran penting agar masyarakat lebih waspada terhadap tawaran pinjaman online yang berpotensi penipuan,” pesan Aipda Yamin.

Waspada Pinjol, Jangan Tergoda Gengsi

Kisah Mirna dan Laelatus menjadi pengingat betapa berbahayanya pinjaman online ilegal maupun praktik pinjol yang menjerat dengan bunga mencekik. Gengsi dan keinginan instan seringkali membawa malapetaka jika tidak diimbangi dengan kemampuan finansial yang sehat.(red)

Sumber : TribunJateng

Editor : Tim Redaksi

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights