Medan, NusantaraTop.co – Piala Dunia 2026 baru berjalan dua pekan, namun sudah menghadirkan fenomena menarik yang menjadi sorotan publik sepak bola dunia, yakni tingginya jumlah gol bunuh diri yang terjadi sepanjang turnamen.
Berdasarkan laporan Reuters, hingga saat ini telah tercipta delapan gol bunuh diri di ajang Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi kedua dalam sejarah turnamen pada fase awal penyelenggaraan dan berpotensi memecahkan rekor sepanjang masa.
Amerika Serikat menjadi tim yang paling diuntungkan dari fenomena tersebut. Tim berjuluk The Stars and Stripes itu mendapat keuntungan dari dua gol bunuh diri lawan, sekaligus menjadi negara pertama yang memastikan tiket ke babak 32 besar.
Gol bunuh diri pertama yang menguntungkan Amerika Serikat dicetak pemain Paraguay, Damián Bobadilla, hanya tujuh menit setelah laga dimulai. Selanjutnya, bek Australia Cameron Burgess juga mencetak gol ke gawang sendiri yang kembali memberi keuntungan bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino.
Berpeluang Pecahkan Rekor Dunia
Sebelum edisi 2026, rekor gol bunuh diri terbanyak dalam satu gelaran Piala Dunia terjadi pada Piala Dunia Rusia 2018 dengan total 12 gol.
Dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta dan total 104 pertandingan, rekor tersebut diprediksi sangat mungkin terlampaui.
Sepanjang sejarah Piala Dunia, terdapat lima edisi yang berlangsung tanpa satu pun gol bunuh diri. Edisi terakhir yang mencatatkan statistik tersebut adalah Piala Dunia Italia 1990.
Amerika Serikat kini juga menyamai rekor sebagai tim yang paling banyak diuntungkan dari gol bunuh diri dalam satu turnamen, yakni dua kali. Catatan serupa sebelumnya pernah diraih Prancis pada Piala Dunia 2014 dan 2018.
Sementara itu, rekor tim yang paling sering dirugikan oleh gol bunuh diri dalam satu edisi juga berjumlah dua kali, yang pernah dialami Bulgaria pada 1966 dan Rusia saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.
Daftar Pemain yang Cetak Gol Bunuh Diri
Selain Damián Bobadilla dan Cameron Burgess, sejumlah pemain lain juga tercatat mencetak gol bunuh diri selama Piala Dunia 2026.
Pemain Swiss, Miro Muheim, menjadi salah satu yang pertama setelah mencetak gol ke gawang sendiri saat menghadapi Qatar pada laga pembuka Grup B.
Pada pertandingan berikutnya, Qatar justru menjadi korban gol bunuh diri setelah Mohamed Manai membobol gawang sendiri saat timnya kalah telak 0-6 dari Kanada.
Selain itu, Mohamed Hany dari Mesir, Aymen Hussein dari Irak, dan Yazan Al Arab dari Yordania juga masuk dalam daftar pencetak gol bunuh diri pada turnamen kali ini.
Terbaru, bek Arab Saudi Hassan Altambakti mencetak gol bunuh diri saat timnya takluk 0-4 dari Spanyol.
Sudah Capai 61 Gol Bunuh Diri Sepanjang Sejarah
Dengan tambahan delapan gol bunuh diri pada Piala Dunia 2026, total gol bunuh diri sepanjang sejarah turnamen kini mencapai 61 gol.
Menariknya, hampir 12 persen dari seluruh gol bunuh diri dalam sejarah Piala Dunia terjadi hanya pada edisi 2026.
Adapun gol bunuh diri pertama dalam sejarah Piala Dunia dicetak oleh pemain Meksiko berusia 18 tahun, Manuel Rosas, saat timnya kalah 0-3 dari Chili pada Piala Dunia perdana tahun 1930.
Jika tren ini terus berlanjut, Piala Dunia 2026 berpeluang besar mencatatkan rekor baru sebagai turnamen dengan jumlah gol bunuh diri terbanyak sepanjang sejarah sepak bola dunia.(red)












