Dubai, NusantaraTop.co – Kepanikan melanda salah satu bandara tersibuk di dunia setelah penumpang berhamburan menyelamatkan diri menyusul serangan yang dilaporkan dilakukan Iran, Minggu (waktu setempat). Serangan tersebut menargetkan pusat perjalanan di negara-negara Teluk yang selama ini dikenal aman dan menjadi destinasi wisata mewah.
Rekaman dramatis memperlihatkan penumpang berlari keluar dari lorong Bandara Internasional Dubai yang dipenuhi asap serta puing-puing. Otoritas bandara mengonfirmasi sedikitnya empat staf mengalami luka akibat insiden tersebut.
Beberapa jam setelah evakuasi awal, ledakan kembali terjadi di dekat bandara dan memunculkan kepulan asap hitam tebal. Serangan ini menjadi bagian dari gelombang baru aksi militer Iran di kawasan Timur Tengah menyusul kematian pemimpin tertinggi Iran dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.

Serangan Picu Kekacauan Penerbangan Global
Serangan akhir pekan tersebut memicu gangguan perjalanan udara secara global. Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan melalui jalur udara Timur Tengah yang kini menjadi target balasan Iran karena dianggap menampung pangkalan militer Amerika Serikat.
Tim jurnalis internasional melaporkan ledakan terjadi di sejumlah kota besar, termasuk Dubai, Abu Dhabi, Doha, dan Manama di Bahrain. Akibat situasi keamanan, sebagian besar wilayah udara Timur Tengah ditutup sementara, sementara negara-negara tetangga membatasi penerbangan.
Bandara Dubai, yang merupakan pusat transit terbesar di kawasan dan basis maskapai Emirates, menghentikan sementara seluruh penerbangan hingga Senin siang waktu setempat.
Data resmi menunjukkan bandara di Dubai dan Abu Dhabi melayani sekitar 127,7 juta penumpang sepanjang tahun lalu, menjadikannya simpul konektivitas global yang sangat vital.

Ledakan dan Kepanikan di Hotel Mewah
Selain area bandara, ledakan juga terjadi di kawasan Palm Jumeirah, ikon wisata mewah Dubai. Sebuah drone dilaporkan menghantam Hotel Fairmont hingga menyebabkan kebakaran hebat dan kerusakan pada bagian fasad bangunan.
Seorang turis asal Skotlandia, Derek Thompson, mengaku sedang makan malam bersama keluarganya ketika ledakan besar terjadi.
“Ledakannya sangat besar. Kami langsung mencari perlindungan karena takut ada serangan susulan,” ujarnya.
Dengan ruang udara ditutup, banyak wisatawan tidak dapat meninggalkan negara tersebut dan terpaksa mencari tempat aman sementara.
Kota Dubai Mendadak Sepi
Dubai yang biasanya ramai wisatawan berubah drastis. Jalan raya tampak lengang, pusat perbelanjaan sepi, dan langit tanpa lalu lintas pesawat.
Sejumlah sekolah beralih ke pembelajaran daring, sementara warga memilih bertahan di rumah. Banyak keluarga bermalam di area parkir bawah tanah karena kota tersebut tidak memiliki bunker perlindungan publik.
Sebagian orang tua bahkan menenangkan anak-anak mereka dengan mengatakan suara ledakan hanyalah kembang api Ramadan.
Serangan Meluas ke Negara Teluk Lain
Serangan juga dilaporkan terjadi di Qatar dan Bahrain. Di Abu Dhabi, serangan drone di Bandara Internasional Zayed menyebabkan satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka.
Di Bahrain, otoritas menyebut serangan drone menyebabkan kerusakan material tanpa korban jiwa. Rekaman video menunjukkan kebakaran di gedung apartemen tinggi di ibu kota Manama.
Sementara itu di Doha, Qatar, penumpang menghadapi antrean panjang di bandara akibat pembatalan penerbangan massal.
Maskapai Dunia Hentikan Operasi
Sejumlah maskapai internasional mengambil langkah darurat dengan menghentikan penerbangan ke kawasan konflik, di antaranya:
- Emirates menangguhkan penerbangan dari dan menuju Dubai
- Etihad Airways menghentikan penerbangan ke Abu Dhabi
- Qatar Airways menunda seluruh operasional sementara
- Singapore Airlines membatalkan rute Singapura–Dubai hingga 7 Maret
- Virgin Atlantic, Lufthansa, dan British Airways juga membatalkan sejumlah rute Timur Tengah
Otoritas bandara Dubai mengimbau penumpang untuk tidak datang ke bandara hingga pemberitahuan lebih lanjut dan segera menghubungi maskapai masing-masing.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih dinilai sangat dinamis, sementara dunia internasional memantau potensi eskalasi konflik yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas global dan sektor penerbangan internasional.(red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












