Ekonomi & BisnisNasionalPendidikanPolitikRagam

Dharma Pongrekun Soroti “Mental Block” dan Kedaulatan Jiwa Rakyat

×

Dharma Pongrekun Soroti “Mental Block” dan Kedaulatan Jiwa Rakyat

Sebarkan artikel ini
Foto tangkapan layar : Dharma Pongrekun pada kanal youtube Restu Semesta. (ist)

Medan, NusantaraTop.co – Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Dharma Pongrekun, menyampaikan pandangannya terkait pentingnya kesadaran dan kedaulatan jiwa masyarakat dalam sebuah tayangan yang diunggah kanal YouTube YouTube “Restu Semesta”, Sabtu (28/3/2026).

Dalam pernyataannya, Dharma menekankan bahwa rakyat harus mampu berpikir secara mandiri dan menanamkan keyakinan bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan mereka. Namun, ia menilai kondisi saat ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat belum sepenuhnya merdeka secara batin.

“Persoalannya, jiwa kita sudah tidak berdaulat. Kenapa? Karena ada dalam kondisi mental block, terpenjara oleh berbagai hal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sistem pendidikan yang dinilai berkontribusi terhadap terbentuknya pola pikir terbatas di kalangan generasi muda. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan rasa takut berlebihan yang menghambat keberanian individu.

“Takut ini, takut itu, itu mental block. Maka perlu dibangkitkan kesadaran,” tambahnya.

Dharma menegaskan bahwa kesadaran menjadi fondasi utama untuk melahirkan keberanian dan kekompakan dalam masyarakat. Tanpa kesadaran, menurutnya, keberanian tidak akan muncul, dan persatuan hanya menjadi ilusi semata.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kemerdekaan sejati suatu bangsa harus dimulai dari kemerdekaan dalam jiwa setiap individu. Ia bahkan menyebut bahwa kemerdekaan yang selama ini dirasakan cenderung bersifat administratif, bukan faktual.

“Seolah-olah secara administrasi kita merdeka, tetapi secara faktual, aktivitas kehidupan kita sudah diatur,” katanya.

Dalam analoginya, Dharma menggambarkan kondisi masyarakat seperti “menumpang hidup” di negeri sendiri, dengan beban ekonomi yang terus meningkat. Ia mempertanyakan sistem ekonomi yang berjalan, di mana masyarakat harus bekerja keras sementara berbagai pungutan tetap diberlakukan.

“Semua berkaitan dengan ekonomi, karena semuanya bermain dalam hukum dagang transaksional,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut pun memantik perhatian publik terkait isu kesadaran kolektif, sistem pendidikan, serta kondisi sosial-ekonomi di Indonesia.(red)

Sumber : Kanal YouTube Restu Semesta

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *