Tel Aviv, NusantaraTop.co – Militer Israel membuka kemungkinan melakukan invasi darat ke wilayah Lebanon selatan menyusul serangan roket yang dilancarkan kelompok Hezbollah pada Minggu malam waktu setempat.
Juru Bicara Utama Israel Defense Forces (IDF), Effie Deffrin, dalam konferensi pers pada Senin menyatakan opsi operasi militer skala lebih besar masih terbuka, meski belum ada keputusan final terkait invasi tersebut.
“Kemungkinan itu masih ada,” ujar Deffrin, seraya menegaskan bahwa militer Israel terus mengevaluasi situasi keamanan di perbatasan utara.
Evakuasi Puluhan Desa
Sebagai langkah antisipasi eskalasi konflik, IDF mengonfirmasi telah memerintahkan evakuasi lebih dari 50 desa di wilayah Lebanon selatan sepanjang malam. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko korban sipil di tengah meningkatnya ketegangan.
Deffrin juga mengklaim pasukan Israel telah menewaskan sejumlah komandan senior Hezbollah dalam serangkaian serangan udara, termasuk operasi di wilayah Beirut serta puluhan target militer lainnya yang disebut sebagai basis kelompok tersebut.
Baca Juga : Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung
Baca Juga : Bandara Dubai Diserang, Penumpang Panik Dievakuasi Usai Serangan Iran Guncang Negara Teluk
Menteri Pertahanan Beri Peringatan
Beberapa menit setelah konferensi pers berakhir, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz melalui pernyataan resmi menyebut pemimpin Hezbollah, Naim Wassem, kini menjadi target militer Israel.
Pernyataan tersebut menandai peningkatan tekanan politik dan militer Israel terhadap kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon itu.
Serangan Balasan Masih Berlanjut
Sumber keamanan yang dikutip media Israel menyebutkan bahwa meskipun serangan roket Hezbollah semalam tidak menimbulkan korban jiwa di Israel, IDF tetap akan melanjutkan operasi militer sebagai bentuk respons lanjutan.
Militer Israel disebut tidak akan puas hanya dengan serangan balasan awal dan berencana meningkatkan tekanan militer guna mencegah serangan serupa di masa mendatang.
Ketegangan di perbatasan Israel–Lebanon dalam beberapa hari terakhir meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah situasi regional yang sudah memanas akibat rangkaian serangan lintas negara.(red)












