Deli Serdang, NusantaraTop.co – PT Angkasa Pura Aviasi mencatat kinerja operasional yang positif selama periode Posko Angkutan Lebaran 2026 di Bandara Internasional Kualanamu.
Hingga 24 Maret 2026, jumlah pergerakan penumpang tercatat mencapai 28.103 orang atau meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, pergerakan pesawat mencapai 176 penerbangan atau tumbuh 26,6 persen secara tahunan.
Tingkat utilisasi penerbangan juga terpantau tinggi, yakni mencapai 93,1 persen dari total jadwal harian, dengan tingkat keterisian kursi (seat load factor) sebesar 90,2 persen. Kondisi ini mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara selama musim Lebaran.
Dari sisi konektivitas, Bandara Kualanamu saat ini dilayani oleh 17 maskapai dengan total 39 rute penerbangan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama periode angkutan Lebaran, operasional pesawat berbadan lebar (wide body) jenis Airbus A330 juga kembali dioperasikan untuk sejumlah rute strategis. Untuk rute domestik, pesawat tersebut melayani penerbangan dari dan ke Jakarta serta Batam. Sementara untuk rute internasional, Airbus A330 kembali melayani rute Jeddah setelah sempat dihentikan akibat penutupan ruang udara.
Kembalinya operasional rute internasional ini menjadi indikator pemulihan konektivitas global yang semakin menguat.
Memasuki periode pasca Hari Raya Idul Fitri 2026, operasional Bandara Kualanamu kini memasuki fase arus balik yang diproyeksikan berlangsung hingga H+8 Lebaran. Tren pergerakan penumpang pun menunjukkan peningkatan, khususnya pada rute menuju kota-kota besar seiring kembalinya masyarakat untuk beraktivitas.
Pelaksana Tugas (Plt) Director of Operation and Service PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kesiapan operasional serta peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.
“Peningkatan trafik yang signifikan selama Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan Bandara Kualanamu. Kami memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, termasuk kesiapan infrastruktur, personel, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan berbagai inovasi pelayanan guna meningkatkan kenyamanan penumpang, khususnya dalam mengantisipasi kepadatan di area check-in.
Salah satu langkah yang diterapkan adalah sistem antrean serpentine line di sejumlah konter check-in. Pola antrean ini dinilai lebih efektif dalam mengurai kepadatan, mempercepat alur pelayanan, serta memberikan kenyamanan bagi calon penumpang.
Selain itu, optimalisasi layanan turut didukung dengan penguatan pengawasan operasional, peningkatan ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP), serta penyediaan fasilitas pendukung selama periode puncak arus mudik dan arus balik.
PT Angkasa Pura Aviasi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar pelayanan serta memastikan kelancaran operasional Bandara Kualanamu sebagai salah satu pintu gerbang utama transportasi udara di Indonesia, khususnya selama periode Angkutan Lebaran 2026.
(red)












