Medan, NusantaraTop.co – Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan masyarakat Kota Medan. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan, menjadi korban pembegalan saat melintas di kawasan Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Minggu (7/6/2026) subuh.
Korban diketahui bernama Indy br Sinaga (31), warga Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Timur. Saat kejadian, Indy sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya untuk menjalani shift pagi.
Indy menjelaskan, dirinya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB. Sebagai petugas penjagaan tahanan wanita di Lapas Tanjung Gusta yang baru setahun bekerja, ia mengaku belum lama pindah ke kawasan Medan Timur.
“Saya mau berangkat kerja, masuk shift pagi,” ujar Indy saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Ia mengaku awalnya tidak memiliki firasat buruk karena menganggap kondisi jalanan di kawasan Flyover Brayan biasanya ramai.
“Terus aku mikir ya mungkin karena masih pagi, ya udah aku enggak ada pikiran apa-apa gitu, lewatin aja kayak biasa aja,” tuturnya.
Namun saat melintas di atas flyover sekitar pukul 05.40 WIB, korban tiba-tiba diadang oleh komplotan begal yang berjumlah lima orang dan mengendarai dua unit sepeda motor.
Menurut Indy, awalnya satu sepeda motor menghadang dari depan, kemudian pelaku lain datang memepet dari belakang hingga membuat dirinya tidak dapat melarikan diri.
“Enggak ada rasa diikuti, terus tiba-tiba itu, ya langsung aja kayak mereka itu nge-stop dari depan,” katanya.
Korban juga melihat para pelaku membawa sejumlah senjata seperti kayu dan senjata tajam. Dalam kondisi jalanan yang sepi dan gelap, Indy mengaku tidak mampu melakukan perlawanan.
“Pas kebetulan di situ memang enggak ada yang lewat,” ujarnya.
Para pelaku kemudian meminta paksa kunci sepeda motor milik korban sambil mengancam akan memukulnya apabila tidak segera menyerahkan kendaraan tersebut.
“Mereka langsung minta kunci, nanti ku pukul, kasih kuncinya. Karena aku takut, ya aku kasih aja,” ucap Indy sambil mengenang kejadian tersebut.
Setelah berhasil merampas sepeda motor Honda Vario miliknya, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.
Indy mengatakan dirinya sempat berlari turun dari flyover sambil menangis untuk mencari pertolongan warga sekitar. Ia kemudian bertemu beberapa pria di sekitar lokasi yang membantu menenangkannya dan mengantarkannya membuat laporan ke Polsek Medan Timur.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku masih mengalami syok berat. Ia juga menduga para pelaku masih berusia remaja karena melihat postur tubuh dan perawakan mereka.
Sementara itu, Kapolsek Medan Timur Kompol Agus M Butarbutar membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Kasusnya masih kita kembangkan,” pungkasnya. (red)












