MancanegaraPolitikTimur Tengah

Serangan Israel Hantam Kamp Pengungsi di Gaza, Satu Tewas dan Tujuh Luka-luka

×

Serangan Israel Hantam Kamp Pengungsi di Gaza, Satu Tewas dan Tujuh Luka-luka

Sebarkan artikel ini
Israel terus melancarkan serangan udara ke Gaza Strip meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025 — Eyad Baba

Gaza, NusantaraTop.co – Ledakan besar mengguncang wilayah Gaza Strip pada Rabu (25/3/2026), setelah serangan militer Israel menghantam kamp tenda yang menampung warga Palestina yang mengungsi. Menurut badan pertahanan sipil setempat, insiden ini menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya tujuh lainnya,

Serangan tersebut dilaporkan mengenai kamp Al-Sitt di kawasan Deir el-Balah. Badan pertahanan sipil yang beroperasi di bawah otoritas Hamas menyebutkan bahwa ledakan memicu kobaran api besar yang melalap tenda-tenda pengungsi.

Foto-foto dari lapangan memperlihatkan api berkobar hebat disertai kepulan asap hitam tebal membumbung ke udara. Pihak Al-Aqsa Martyrs Hospital mengonfirmasi jumlah korban dalam insiden tersebut.

Militer Israel menyatakan pihaknya tengah menyelidiki laporan terkait serangan ini.

Seorang warga, Suhaila Khalil (57), yang tinggal di kamp tersebut, mengaku mendengar teriakan histeris saat ledakan terjadi.
“Ledakan terjadi beberapa ratus meter dari tenda kami, namun asap dan serpihan beterbangan hingga melukai banyak pengungsi,” ujarnya.

Sejak konflik pecah menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, ratusan ribu warga Gaza terpaksa tinggal di kamp-kamp darurat dengan kondisi serba terbatas.

Meski gencatan senjata diberlakukan sejak 10 Oktober, kekerasan masih terus terjadi. Kedua pihak, Israel dan Hamas, saling menuding melakukan pelanggaran.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 689 warga Palestina tewas sejak dimulainya masa gencatan senjata. Sementara itu, militer Israel menyebutkan sedikitnya lima tentaranya juga tewas dalam periode yang sama.

Pembatasan akses media di Gaza membuat verifikasi independen terhadap jumlah korban dan situasi di lapangan menjadi sulit dilakukan.(red)

Sumber : al-monitor.com

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *