Mancanegara

Tragedi Penerbangan Terburuk dalam Satu Dekade, Air India Hadapi Ujian Berat dalam Upaya Pemulihan Citra

×

Tragedi Penerbangan Terburuk dalam Satu Dekade, Air India Hadapi Ujian Berat dalam Upaya Pemulihan Citra

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar detik-detik pesawat air India Lepas Landas yang jatu menewaskan 240 orang, di Kota Ahmedabad, India Barat (ist)

New Delhi, Nusantaratop.co – Pesawat Air India tujuan ke Inggris jatuh setelah lepas landas pada Kamis (12/6/2025) yang menewaskan lebih dari 240 orang, di Kota Ahmedabad, India Barat. Targedi itu menjadi bencana penerbangan paling mematikan di India dalam satu dekade terakhir. Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Tata Group untuk mengembalikan reputasi Air India sebagai maskapai kelas dunia.

Sejak mengambil alih Air India dari pemerintah pada 2022, Tata Group telah menggulirkan rencana besar untuk meremajakan armada yang telah menua dan menghapus berbagai masalah kronis yang membelenggu maskapai selama kepemilikan negara.

Namun, musibah ini mengancam untuk menggoyahkan fondasi dari kampanye besar tersebut.

Puing puing pesawat Boeing 787 Dreamliner tergeletak di lokasi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad India 12 Juni 2025<br >Sumber REUTERSAmit Dave

Mimpi Buruk di Tengah Perombakan Besar-Besaran

CEO Air India, Campbell Wilson, berulang kali menyuarakan visi membangun kembali Air India menjadi maskapai berstandar internasional yang mampu bersaing dengan Emirates dan Singapore Airlines. Namun, insiden ini justru membuka luka lama—rentetan kecelakaan, penundaan, dan keluhan konsumen yang belum sepenuhnya pulih.

Kecelakaan tragis tersebut melibatkan pesawat wide-body Boeing 787 Dreamliner, menjadikannya kecelakaan pertama yang melibatkan model ini di India. Penyebab kecelakaan belum diketahui, namun Menteri Penerbangan India menyatakan penyelidikan resmi telah dimulai.

“Pemeliharaan yang baik dan armada baru harus menjadi prioritas utama Air India jika ingin bertahan,” ujar Vibhuti Deora, mantan ahli hukum di Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India.

Ini bukan kali pertama Air India terlibat dalam kecelakaan fatal. Tahun 2010, pesawat Boeing 737 dari Dubai jatuh di bandara domestik setelah melewati landasan, menewaskan 158 orang. Pada 2020, pesawat milik Air India Express tergelincir di Kerala, menewaskan 21 orang.

Menurut data pemerintah, dari 198 armada Air India, sebanyak 43 pesawat berusia lebih dari 15 tahun, sementara 27 lainnya berusia antara 10–15 tahun. Sedangkan Air India Express memiliki 101 pesawat, dengan 37% di antaranya juga berusia di atas 15 tahun.

Pesawat yang jatuh pada Kamis tersebut diketahui berusia 11 tahun.

Tantangan Kepercayaan Publik

Sebagai bentuk penghormatan dan duka, situs resmi Air India mengubah tampilannya menjadi nuansa hitam dan abu-abu, menampilkan nomor penerbangan tragis: AI-171.

Namun, pakar komunikasi Dilip Cherian menilai, insiden ini akan memberikan dampak besar terhadap citra merek, terutama terkait aspek keselamatan penerbangan.

“Identitas maskapai sangat erat dengan keselamatan. Tragedi ini tentu menjadi pukulan berat bagi Air India,” katanya.

Meski telah memesan 570 pesawat baru dan melakukan ekspansi internasional agresif, Air India masih kesulitan menanggulangi keluhan pelanggan yang melimpah—mulai dari kursi kotor, layanan hiburan tak berfungsi, hingga area kabin yang tidak terawat.

Bahkan di Inggris, Air India dinobatkan sebagai maskapai dengan keterlambatan terburuk, dengan rata-rata penundaan hampir 46 menit per penerbangan pada 2024.

Secara keuangan, maskapai ini juga terus merugi. Pada tahun fiskal 2023–2024, Air India mencatat kerugian bersih sebesar $520 juta, dari pendapatan sebesar $4,6 miliar.

“Ini adalah hari yang sangat sulit bagi seluruh keluarga besar Air India,” ujar CEO Campbell Wilson dalam pesan video pada hari kecelakaan.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan akan memakan waktu, dan maskapai akan bekerja sama penuh untuk mengungkap penyebab insiden ini.

Editor: Redaksi Nusantaratop.co
Sumber: Reuters | Data Flightradar24 | Kementerian Penerbangan Sipil India

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights