MancanegaraNewsPolitik

Israel Gempur Suriah: Dalih Lindungi Kaum Druze, Sasar Ibu Kota hingga Suwayda

×

Israel Gempur Suriah: Dalih Lindungi Kaum Druze, Sasar Ibu Kota hingga Suwayda

Sebarkan artikel ini
Tangkapan Layar Video Live Serangan Israel menghantam area strategis di ibu kota Damaskus, termasuk Kementerian Pertahanan dan kawasan sekitar istana kepresidenan pusat Kota ( Tangkapan Layar Video Al Jazeera)

Damascus, NusantaraTop.co – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Suriah, menghantam Kementerian Pertahanan, kawasan istana kepresidenan di Damaskus, hingga wilayah selatan Suriah, termasuk kota Suwayda yang mayoritas dihuni oleh komunitas Druze.

Serangan tersebut terjadi di tengah konflik internal yang membara di Suwayda, di mana bentrokan antara kelompok Druze, suku Badui, dan pasukan pemerintah Suriah telah menewaskan lebih dari 250 orang. Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam keras serangan Israel, menyebutnya sebagai “eskalasi berbahaya” dan “kebijakan sengaja untuk memicu kekacauan dan ketidakstabilan.”

Apa yang Terjadi di Damaskus dan Suwayda?

Pada Rabu lalu, jet tempur Israel menghantam pusat kota Damaskus, tepatnya kompleks Markas Besar Kementerian Pertahanan serta wilayah di sekitar Istana Presiden. Dua serangan besar terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat, menyebabkan kerusakan struktural parah dan asap tebal membumbung di langit ibu kota.

Sementara itu di selatan, drone Israel menyerang kota Suwayda, di tengah bentrokan yang sudah berlangsung selama empat hari antara kelompok Druze dan pasukan pemerintah. Tiga orang dilaporkan tewas dan 34 lainnya terluka akibat serangan ini.

Israel berdalih, operasi militer ini dilakukan untuk melindungi minoritas Druze, yang dianggap sebagai sekutu potensial. Namun, pemerintah Suriah menolak keras narasi ini dan menyebut serangan tersebut sebagai “agresi terang-terangan terhadap kedaulatan nasional.”

Mengapa Israel Menyerang Suriah Sekarang?

Konflik di Suwayda dipicu oleh aksi saling culik dan serang antara kelompok Druze dan suku Badui, yang kemudian mengundang intervensi militer dari pasukan pemerintah. Ketika tentara Suriah turun tangan, bentrokan malah semakin meluas dan Israel masuk dengan dalih melindungi Druze dari serangan pemerintah.

Israel juga diyakini tengah mencoba memperluas pengaruh di Suriah selatan, terutama sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024. Beberapa analis menilai bahwa Israel lebih memilih Suriah yang lemah dan terpecah, ketimbang kuat dan berpotensi menjadi ancaman regional.

Reaksi Suriah dan Dunia Arab

Suriah mengecam keras serangan ini sebagai pelanggaran hukum internasional. Pemerintah yang baru terbentuk setelah jatuhnya rezim Assad menilai tindakan Israel adalah bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara. Sejumlah negara Arab juga menyuarakan solidaritas terhadap Suriah dan mengecam agresi Israel.

Sementara itu, menyusul tekanan dan kekacauan yang meningkat, pemerintah Suriah mengumumkan penarikan pasukan dari Suwayda sebagai bagian dari gencatan senjata baru. Namun, tidak ada kejelasan apakah aparat keamanan lainnya juga akan ditarik.

Situasi Masih Panas

Serangan terbaru Israel dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Tel Aviv tidak akan membiarkan Suriah mengkonsolidasikan kekuatan di wilayah selatan. “Ini pesan langsung dari kepemimpinan Israel kepada pemerintah baru Suriah,” ujar jurnalis Al Jazeera, Zeina Khodr.

Dengan letaknya yang strategis dekat perbatasan Israel dan Yordania, Suwayda kini menjadi medan tarik-menarik geopolitik baru di Timur Tengah, dan warga sipil kembali menjadi korban di tengah permainan kekuasaan ini.(*)

Sumber : Al Jazeera News

Editor: Tim Redaksi NusantaraTop.co

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights