Durham, Inggris, NusantaraTop.co – Tragedi memilukan terjadi di Peterlee, County Durham, Inggris, ketika seorang penerjun payung wanita bernama Jade Damarell (32) mengakhiri hidupnya dengan terjun dari ketinggian 15.500 kaki tanpa membuka parasutnya, hanya beberapa jam setelah berpisah dengan sang kekasih.
Peristiwa tragis ini diungkap dalam sidang pemeriksaan (inquest) yang digelar Rabu (20/8/2025). Dr. Leslie Hamilton, sang koroner, secara resmi menyatakan bahwa kematian Jade adalah bunuh diri.
Jade diketahui baru saja mengakhiri hubungannya dengan Ben Goodfellow, pacarnya selama delapan bulan, pada malam sebelum peristiwa nahas itu. Ia bahkan meninggalkan catatan perpisahan untuk keluarganya sekitar pukul 02.30 dini hari.
Pagi harinya, pada 27 April, Jade masih terlihat sarapan di lokasi klub skydiving, Sky High Skydiving, sekitar pukul 08.30. Salah satu pemilik klub, Bryn Chaffe, menyebut Jade tampak lebih pendiam dari biasanya, namun tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
Namun hanya berselang satu setengah jam kemudian, Jade melakukan lompatan yang menjadi akhir hidupnya. Ia jatuh ke tanah tanpa membuka parasut dan meninggal seketika.

Klub Skydiving dan Keluarga Berduka
Sky High Skydiving dalam keterangannya menyebut insiden ini murni sebagai tindakan disengaja dari Jade. Tidak ada kelalaian maupun unsur pidana dalam tragedi tersebut.
“Jade mencintai olahraga ini dengan sepenuh hati. Skydiving memberinya begitu banyak kebahagiaan. Kami berduka, namun juga bersyukur Jade dirayakan dengan cara yang indah, termasuk penghormatan terakhir dari ibunya, Liz, yang melakukan tandem jump untuk mengenang putrinya,” ujar pihak klub.
Keluarga pun menyampaikan rasa kehilangan mendalam. Dalam pernyataan resminya mereka menyebut Jade sebagai sosok yang luar biasa, penuh energi, cinta, dan keberanian.
“Putri kami Jade adalah pribadi yang brilian, cantik, pemberani, dan benar-benar luar biasa. Ia adalah jiwa bebas penuh cinta yang telah menyentuh banyak hati dengan kehangatan dan kebaikannya. Kami ingin berbicara terbuka agar masyarakat lebih peduli pada kesehatan mental. Semoga orang-orang yang sedang berjuang tidak merasa malu untuk mencari bantuan,” demikian pernyataan keluarga.

Pesan dari Tragedi
Kisah Jade memberi pesan kuat tentang pentingnya dukungan kesehatan mental. Keluarga berharap dengan keterbukaan ini, lebih banyak orang bisa berani mencari pertolongan tanpa rasa takut atau stigma.
“Beberapa bintang begitu terang hingga cepat padam, namun cahayanya tak pernah benar-benar hilang. Jade akan selalu hidup dalam hati keluarga dan semua yang mencintainya,” tutup keluarganya.(red)
Sumber : The Sun
Editor : Pahotan M Hutagalung












