MancanegaraNews

Kisah Shamima Begum: Dari Gadis London ke Istri ISIS, Kini Hidup di Kamp Tahanan

×

Kisah Shamima Begum: Dari Gadis London ke Istri ISIS, Kini Hidup di Kamp Tahanan

Sebarkan artikel ini
Ket Foto : 1. Shamima Begum juga pernah memberikan wawancara kepada ITV pada tahun 2022. 2. Begum terakhir kali difoto pada tahun 2023, ketika ia mengikuti sebuah wawancara kontroversial dengan BBC. Kredit: BBC 3. Begum melarikan diri ke Suriah pada tahun 2015 untuk bergabung dengan kelompok teroris saat berusia 15 tahun. Kredit: BBC, disuplai oleh Pixel8000 4. Shamima Begum, 26 tahun, meninggalkan wawancara panas dengan Daily Express secara tiba-tiba. Kredit: The Express

NusantaraTop.co – Shamima Begum, perempuan asal Inggris yang dikenal sebagai perekrut ISIS, kembali menjadi sorotan publik setelah meninggalkan wawancara tatap muka pertamanya dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pertemuan dengan media Inggris Daily Express di kamp tahanan al-Roj, Suriah, Begum yang kini berusia 26 tahun tampak pucat, kurus, dan mengenakan pakaian kasual ala barat. Ia hadir bersama rekannya sesama tahanan, Hoda Muthana, wanita asal Amerika Serikat yang juga pernah bergabung dengan ISIS.

Namun wawancara yang telah disepakati itu berlangsung singkat. Begum marah dan langsung meninggalkan ruangan setelah ditanya sejumlah pertanyaan sederhana. “Jika kalian punya sesuatu untuk diberitahu kami, silakan. Tapi kami tidak ada yang perlu dikatakan,” ucapnya singkat sebelum pergi.

Shamima Begum lahir dan besar di Bethnal Green, London Timur. Pada 2015, di usia 15 tahun, ia pergi ke Suriah dan menikah dengan seorang kombatan ISIS asal Belanda. Ia memiliki tiga anak, namun semuanya meninggal saat masih bayi.

Pemerintah Inggris mencabut kewarganegaraannya pada 2019 dan membuatnya menjadi stateless. Sejak saat itu, Begum berjuang melalui jalur hukum agar bisa kembali ke Inggris, namun semua upayanya ditolak.

Nigel Farage, politisi Inggris sekaligus pemimpin Partai Reform, sempat menyatakan dirinya mulai “berpikir ulang” soal kemungkinan pemulangan Begum, apalagi setelah Donald Trump mendorong agar Inggris bertanggung jawab terhadap warganya yang pernah bergabung ISIS. Namun ketika hal ini ditanyakan, Begum hanya menjawab: “No comment.”

Kamp al-Roj sendiri menampung ribuan perempuan dan anak-anak asing yang terlibat ISIS setelah kelompok tersebut dikalahkan pasukan koalisi pada 2019. Tercatat ada tujuh hingga delapan perempuan asal Inggris yang masih ditahan di sana, termasuk Begum.

Meski berusaha membangun citra baru dengan tampil lebih modern, banyak pihak menilai Begum tetap tidak bisa dilepaskan dari perannya selama berada di bawah kekuasaan ISIS, termasuk dugaan keterlibatannya sebagai polisi moral kelompok tersebut.(red)

Sumber : Thesun

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights