MancanegaraNews

Polisi Brasil Tewaskan 132 Orang dalam Operasi Tersadis di Rio de Janeiro

×

Polisi Brasil Tewaskan 132 Orang dalam Operasi Tersadis di Rio de Janeiro

Sebarkan artikel ini
Para pelayat berkumpul di sekitar jenazah korban sehari setelah operasi polisi mematikan terhadap jaringan narkoba di kawasan Favela do Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (29/10/2025). (Foto: REUTERS/Ricardo Moraes)

Rio de Janeiro, NusantaraTop.co – Operasi kepolisian terbesar dan paling mematikan dalam sejarah Brasil menewaskan sedikitnya 132 orang, menurut otoritas pada Rabu (29/10). Jumlah ini melonjak dua kali lipat dari laporan sehari sebelumnya yang mencatat 64 korban tewas, termasuk empat polisi.

Operasi bersenjata ini digelar untuk memburu jaringan narkoba besar di kawasan Penha, Rio de Janeiro. Namun, warga setempat menemukan puluhan jasad lain yang dikumpulkan dari area hutan di belakang permukiman mereka dan diletakkan berjajar di tengah jalan.

“Saya hanya ingin membawa anak saya dan memakamkannya,” kata Taua Brito, seorang ibu yang kehilangan putranya, di tengah derai tangis warga di lokasi kejadian.

Gubernur Rio de Janeiro Claudio Castro mengklaim seluruh korban adalah anggota geng kriminal.

“Saya yakin mereka yang tewas adalah penjahat. Tidak ada orang yang berjalan-jalan di hutan pada hari baku tembak,” ujarnya kepada wartawan.

“Satu-satunya korban sejati adalah para petugas polisi,” tambahnya.

Operasi ini berlangsung seminggu sebelum Rio menjadi tuan rumah sejumlah acara global terkait KTT Iklim PBB (COP30), termasuk KTT Wali Kota C40 dan Earthshot Prize yang akan dihadiri Pangeran William dari Inggris.

Foto udara memperlihatkan para pelayat berkumpul di sekitar jenazah korban sehari setelah operasi polisi mematikan terhadap jaringan narkoba di kawasan Favela do Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (29/10/2025). (Foto: REUTERS/Ricardo Moraes)

Pemerintah negara bagian Rio menyebut operasi tersebut sebagai upaya terbesar menumpas kelompok Comando Vermelho, jaringan yang menguasai perdagangan narkoba di sejumlah favela permukiman padat dan miskin yang tersebar di lereng bukit kota.

Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, yang baru tiba dari kunjungan ke Malaysia, belum memberikan komentar. Ia dikabarkan menggelar pertemuan darurat dengan Wakil Presiden Geraldo Alckmin dan sejumlah menteri untuk membahas operasi tersebut.

Sementara itu, Kantor HAM PBB mengecam tingginya angka korban jiwa dan menyebutnya sebagai bagian dari tren meningkatnya kekerasan dalam operasi polisi di komunitas marjinal Brasil.

“Kami mengingatkan otoritas atas kewajiban mereka di bawah hukum hak asasi manusia internasional, dan mendesak penyelidikan cepat serta efektif,” bunyi pernyataan lembaga tersebut.

Rio de Janeiro sebelumnya telah menjadi tuan rumah berbagai ajang dunia seperti Olimpiade 2016, KTT G20 2024, dan KTT BRICS 2025, tanpa pernah terjadi kekerasan sebesar operasi kali ini.(red)

Editor: Redaksi NusantaraTop.co
Sumber: Reuters, 29 Oktober 2025

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights