Sa Kaeo, Thailand – NusantaraTop.co
Situasi di perbatasan Thailand–Kamboja terus memanas memasuki hari ketiga operasi militer, Rabu (10/12/2025). Pusat Operasi First Army Area Thailand melaporkan perkembangan terbaru dari Task Force Burapha yang hingga kini tetap mempertahankan kedaulatan Thailand di lima sektor pertempuran.
1. Pertempuran di Ban Khlong Phaeng, Distrik Ta Phraya
Task Force 11 melanjutkan upaya penguasaan penuh terhadap wilayah sasaran. Meski sempat mengamankan sebagian area pada 9 Desember 2025, hari ini pasukan Thailand menghadapi perlawanan kuat dari militer Kamboja.
Serangan artileri dan hujan roket BM-21 sebanyak lebih dari 80 tembakan menghantam kawasan tersebut. Karena intensitas serangan, Thailand belum dapat mengamankan wilayah secara penuh.
2. Ban Nong Ya Kaeo, Distrik Khok Sung
Task Force 12 mempertahankan kontrol wilayah yang telah diamankan sejak 8 Desember 2025. Posisi pertahanan kini diperkuat, namun Kamboja tetap melancarkan serangan artileri dan meluncurkan lebih dari 20 roket BM-21.
Serangan menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan lahan pertanian di sekitar lokasi.
3. Ban Nong Chan, Distrik Khok Sung
Task Force 12 juga melanjutkan operasi ofensif. Kamboja memberikan perlawanan keras dengan berbagai jenis senjata, terutama BM-21, yang menghantam rumah-rumah warga Thailand serta bangunan yang sebelumnya digunakan dalam insiden pelanggaran batas.
Pada pukul 10.00 waktu setempat, terjadi operasi gabungan besar: Task Force Burapha bersama Angkatan Udara Thailand (RTAF) mengerahkan pesawat tempur F-16 untuk menyerang markas Komando Pertahanan Perbatasan 503 milik Kamboja. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar pada target.
4. Ban Khlong Luek, Distrik Aranyaprathet
Satuan Tugas Resimen Kavaleri 4 melanjutkan operasi pengamanan wilayah. Sesekali terjadi kontak tembak senjata ringan dengan unit di pihak Kamboja.
5. Distrik Khlong Hat
Task Force 13 menjaga stabilitas area dan memonitor pergerakan tiga kendaraan lapis baja milik Kamboja yang diduga hendak memperkuat pasukan di utara. Militer Thailand merespons dengan tembakan artileri untuk menghentikan pergerakan tersebut.
Kedua negara masih mempertahankan posisi pertahanan masing-masing.
Korban Luka Bertambah
Sejak 8 Desember 2025 hingga hari ini, total 14 personel militer Thailand mengalami luka-luka.
Prajurit terbaru yang terluka adalah:
- SM1 Ronachai Tasakorn
- Satuan: Task Force 11 (Satuan induk: Batalyon Infanteri 3 Resimen 9)
- Lokasi insiden: Dekat Checkpoint 34, Ban Nong Ya Kaeo
- Luka: Tekanan ledakan, sesak dada tanpa luka luar
- Dirawat di RS Khok Sung, kondisi stabil
Semua korban sebelumnya dirawat di RS Wattana Nakhon dan RS Khok Sung.
Kerusakan Infrastruktur dan Rumah Warga
Militer Kamboja disebut terus menembakkan artileri, granat, dan roket BM-21 secara acak ke wilayah Thailand maupun area sengketa.
Kerusakan tercatat terjadi di:
- Ban Nong Chan
- Ban Nong Ya Kaeo, Distrik Khok Sung
- Ban Khlong Phaeng, Distrik Ta Phraya
Tidak ada laporan korban jiwa dari warga sipil.
180.683 Warga Mengungsi, 5 Tempat Penampungan Dibuka
Pemerintah Provinsi Sa Kaeo melaporkan bahwa konflik ini telah memaksa 180.683 penduduk dari empat distrik perbatasan mengungsi — atau 83% populasi.
Sebanyak 5 lokasi penampungan sementara telah dibuka di:
- Distrik Mueang
- Distrik Khok Sung
- Distrik Wang Nam Yen
- Distrik Khao Chakan
- Distrik Watthana Nakhon
Saat ini 18.030 pengungsi berada di fasilitas tersebut.
Pusat Layanan Relawan Kerajaan (Jit Arsa) bersama Military Circle 19 dan pemerintah daerah telah membuka Dapur Lapangan Kerajaan untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi.
Pemberlakuan Jam Malam
Task Force Burapha memberlakukan jam malam di empat distrik perbatasan Sa Kaeo mulai pukul 19.00–05.00 untuk menjamin stabilitas operasi dan keselamatan warga.
Ratusan Warga Kamboja Pulang
Sekitar 800 warga negara Kamboja di kawasan Pasar Rong Kluea dilaporkan memilih kembali ke Kamboja melalui Pos Perbatasan Tetap Ban Khlong Luek setelah proses verifikasi dokumen pada pukul 17.00.
Militer Thailand: Kami Siap Pertahankan Kedaulatan
First Army Area menegaskan bahwa seluruh pasukan — termasuk Task Force Burapha, Polisi Perbatasan, Pasukan Ranger, Kepolisian Thailand, dan otoritas daerah — tetap dalam kondisi siaga penuh.
Operasi akan terus dilaksanakan sesuai Rules of Engagement dan hak pertahanan diri Thailand hingga seluruh ancaman di perbatasan Sa Kaeo dapat diatasi.
“Menjaga kedaulatan Thailand dan melindungi rakyat merupakan prioritas tertinggi,” tegas komando First Army Area. (Red)
Sumber : The Nation
Editor : Pahotan M Hutagalung












