Jakarta, NusantaraTop.co – Presiden RI Prabowo Subianto mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Kepala Negara menilai aksi tersebut sebagai tindakan kriminal serius yang masuk kategori terorisme.
“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” tegas Presiden Prabowo, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kamis (19/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis dan sejumlah tokoh. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan harus mengungkap aktor intelektual di balik kejadian tersebut.
“Siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” ujarnya menegaskan.
Menurut Prabowo, negara tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik. Ia juga memastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu.
“Kalau ada keterlibatan aparat, tidak akan ada impunitas. Saya menjamin! Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga : Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh OTK, Rekaman CCTV Viral di Media Sosial
Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.
Dalam perkembangan penyelidikan, empat prajurit Tentara Nasional Indonesia diduga terlibat dalam aksi tersebut. Hal itu disampaikan oleh Danpuspom TNI, Yusri Nuryanto dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta.
Yusri mengungkapkan keempat oknum tersebut masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, yang berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Saat ini, mereka telah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya.
Meski demikian, pihak TNI masih mendalami motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan tersebut.
“Motifnya masih kita dalami,” pungkas Yusri.(red/tim)












