Medan, NusantaraTop.co – Air mata syukur tak terbendung saat Syaifullah Hendra akhirnya menggenggam panggilan suci ke Tanah Suci. Setelah 12 tahun menanti dalam daftar antrean, pengusaha Kembar Ponsel di Jalan Sisingamangaraja Medan itu resmi berangkat menunaikan ibadah haji bersama istri dan empat anaknya dalam Kloter 3 Embarkasi Medan.
Rombongan dijadwalkan terbang menuju Madinah melalui Bandara Internasional Kualanamu pada Jumat dini hari, 24 April 2026.
“Saya menunaikan rukun Islam kelima ini selain sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, juga untuk menambah keberkahan keluarga,” ujar Syaifullah dengan suara bergetar saat menjalani proses penerimaan di Gedung Jabbal Nur, Asrama Haji Medan, Kamis (23/4/2026).
Syaifullah berangkat bersama sang istri, Lutfia Abdul Latif Barsalamah (48), serta empat anak mereka: Muhammad Yaziid (26), Muhammad Akbar Hendra (23), Muhammad Yasir Hendra (26), dan si bungsu Syavira Hendra (17).
Keberangkatan mereka mencatat sejarah tersendiri. Kloter 3 menjadi rombongan pertama Embarkasi Medan 2026 yang memberangkatkan satu keluarga utuh dalam satu penerbangan. Syavira juga tercatat sebagai jemaah termuda di kloter tersebut.
“Ini hadiah terindah dari Allah lewat ayah dan ibu,” ucap Syavira lirih.
Baca Juga : Jemaah Haji Kloter 3 Embarkasi Medan Dilepas, 359 Orang Siap Terbang ke Tanah Suci
Syaifullah sekeluarga tergabung dalam KBIH Al Mochtar yang dipimpin H. Mochtar. Kepada ratusan jemaah binaannya, Mochtar berpesan agar menjaga niat, adab, dan nama baik daerah selama menjalankan ibadah.
“Ini bukan sekadar perjalanan, tapi madrasah kehidupan. Jaga niat, jaga adab, jaga nama baik Sumatera Utara,” pesannya.
Bagi Syaifullah, haji tahun ini terasa sangat istimewa. Ia pernah menunaikan ibadah haji pada 2004, dan kini melihat perubahan signifikan dalam pelayanan di Asrama Haji Medan.
“Dulu masih banyak antrean manual. Sekarang serba tertib, digital, dan satu atap. Perkembangan ini membanggakan umat Islam. Pelayanan makin manusiawi,” ungkapnya.
Sebagai kepala keluarga, Syaifullah membawa misi spiritual besar dalam perjalanan ini, yakni memohon keberkahan bagi keluarga, usaha, dan masyarakat Sumatera Utara.
“Saya akan mendoakan Sumut, terutama keluarga besar kami, agar diberi kehidupan yang berkah, dijauhkan dari musibah, dan dimudahkan rezekinya,” tuturnya.
Dengan koper yang ringkas dan hati yang lapang, Syaifullah Hendra sekeluarga kini bersiap melangkah menuju Tanah Suci. Dari Medan menuju Raudhah, dari Kualanamu menuju Multazam, mereka membawa satu tekad: pulang sebagai keluarga yang lebih bersyukur, lebih rukun, dan lebih bermanfaat bagi sesama.(red)
Laporan : Dara Mustika
Editor : Pahotan M Hutagalung












