Medan, NusantaraTop.co – Puluhan warga yang tinggal di Jalan Sisingamangaraja, Gang Kasih, Kelurahan Sidorejo II, Kecamatan Medan Kota, berduyun-duyun mendatangi mobil tangki bermuatan air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi, Rabu (10/6/2026) sore hingga malam.
Dengan membawa ember cat bekas dan berbagai wadah penampung air lainnya, warga tampak mengantre demi mendapatkan pasokan air bersih akibat gangguan distribusi air yang terjadi sejak sehari sebelumnya.
Tidak hanya kaum pria, perempuan hingga lanjut usia pun terlihat ikut berebut mengisi air dari selang yang dialirkan dari mobil tangki ke wadah masing-masing warga.
Salah seorang warga, Desi Panjaitan (60), mengaku rela mengantre demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ia sempat terjatuh hingga lututnya lecet saat membawa air ke rumahnya.
Desi mengatakan, sejak air mati pada malam sebelumnya, keluarganya kesulitan menjalankan aktivitas dasar seperti mandi, mencuci, memasak hingga buang air besar.
“Kesulitannya, kami nggak bisa mencuci, mandi, buang air besar, semuanya,” kata Desi Panjaitan, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, bantuan tangki air dari PDAM Tirtanadi baru datang sekitar pukul 17.00 WIB dan hanya satu truk tangki yang tiba sehingga warga harus berebut mendapatkan air.
Baca Juga : Mesin Rusak Akibat Pemadaman Listrik, Pasokan Air PDAM Tirtanadi Terganggu Hingga Dua Hari
Sebelum bantuan datang, Desi dan warga lainnya terpaksa membeli air isi ulang dengan harga Rp5 ribu per galon.
Warga berharap Tirtanadi lebih sigap dalam memberikan pelayanan, mengingat masyarakat selama ini tetap menjalankan kewajiban membayar tagihan air tepat waktu.
“Sementara kami bayar air tepat pada waktunya. Apabila kami tidak bayar air, langsung diputus atau dikasih peringatan,” ujarnya.
Kekecewaan juga disampaikan mantan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019, Sutrisno Pangaribuan, yang ikut mengantre air bersama warga.
Wakil Ketua PDIP Sumut itu meminta Direktur Utama Perumda Tirtanadi Sumut, Ardian Surbakti, mundur dari jabatannya karena dinilai gagal menangani persoalan distribusi air.
“Kalau kondisi seperti ini, seharusnya Dirutnya harus mundur ini. Jangan melempar kesalahan ke pihak lain, yang katanya karena listrik padam sehingga pompa rusak,” kata Sutrisno Pangaribuan.
Ia juga meminta Gubernur Sumut Bobby Nasution mengevaluasi kinerja jajaran PDAM Tirtanadi.
“PDAM Tirtanadi berada di bawah tanggung jawab pemerintah provinsi. Jangan sampai masyarakat merasa salah dalam memilih gubernur,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menjelaskan terdapat enam kecamatan di Kota Medan yang terdampak gangguan distribusi air bersih.
Menurutnya, gangguan tersebut disebabkan kerusakan pipa di sejumlah titik serta satu kebocoran pipa utama yang harus segera diganti.
“Penyebab air mati ada di IPAM Deli Tua,” ujar Ardian Surbakti.
Ia menyebut kerusakan mesin dipicu seringnya pemadaman listrik dalam beberapa minggu terakhir sehingga mengganggu sejumlah komponen mesin.
“Karena mungkin beberapa minggu terakhir sering sekali terjadi pemadaman listrik berulang kali. Sehingga banyak komponen mesin kita yang terganggu dan rusak,” jelasnya.
Ardian memastikan proses perbaikan ditargetkan selesai pada Rabu sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan dapat kembali normal.
Sebagai langkah mitigasi, Perumda Tirtanadi juga telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada mobil tangki ke enam kecamatan terdampak.
“Ada enam kecamatan yang terdampak. Hari ini sudah mendistribusikan mesin tangki kita ke masing-masing kecamatan,” katanya.
Ia menambahkan, setiap kecamatan disiagakan tiga mobil tangki air yang ditempatkan di kantor camat dan berkeliling ke wilayah terdampak.(red)
Sumber : Tribunmedan
Editor : Pahotan M Hutagalung












