MancanegaraTeknologi & Digital

Benua Afrika Berpotensi Terbelah, Ilmuwan Prediksi Terbentuk Samudra Baru

×

Benua Afrika Berpotensi Terbelah, Ilmuwan Prediksi Terbentuk Samudra Baru

Sebarkan artikel ini

Internasional, NusantaraTop.co – Para ilmuwan mengungkapkan bahwa Benua Afrika suatu hari nanti berpotensi terbelah menjadi dua bagian, dengan samudra baru yang akan mengisi celah di antara keduanya.

Temuan ini didasarkan pada penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, yang menyebutkan bahwa Afrika Timur kemungkinan akan terpisah dari daratan utama benua tersebut melalui kawasan Turkana Rift.

Turkana Rift merupakan wilayah sepanjang sekitar 310 mil yang membentang di wilayah Kenya dan Ethiopia. Kawasan ini menunjukkan ciri-ciri tahap akhir dari proses pemisahan benua atau continental rifting.

Keterangan foto<br >Lembah Celah Afrika Rift Valley terlihat dari udara saat penerbangan di atas Ethiopia 6 Desember 2017 Foto Emad Aljumah Getty Images

Proses Pemisahan Benua

Continental rifting merupakan proses geologi ketika kerak bumi mulai meregang, retak, dan perlahan terpisah. Fenomena ini terjadi pada lapisan terluar bumi yang keras, hingga akhirnya membentuk celah besar yang dapat berkembang menjadi samudra baru.

Peneliti utama studi tersebut, Christian Rowan, menjelaskan bahwa Turkana merupakan satu-satunya wilayah aktif di Bumi yang menunjukkan fase “necking”, yaitu tahap kritis sebelum terbentuknya dasar samudra baru.

“Seluruh Afrika Timur, dari Mozambik di selatan hingga wilayah Afar di Ethiopia bagian utara, sedang mengalami proses pemisahan benua,” ujarnya.

Keterangan foto<br >Warga dan anak anak sekolah berjalan di dekat retakan besar di tanah yang muncul setelah hujan deras pada Maret di wilayah Mai Mahiu Kabupaten Nakuru Lembah Celah Afrika sekitar 54 km barat daya Nairobi Kenya 6 April 2018 Foto Simon Maina AFP Getty Images

Menuju Tahap Kritis

Para peneliti menyebut bahwa kawasan Turkana kini mendekati tahap pemisahan kritis. Sementara itu, wilayah Afar yang berada di dekat Laut Merah dan Teluk Aden telah menunjukkan tanda-tanda awal terbentuknya kerak samudra.

Fenomena ini mengingatkan pada peristiwa pemisahan superkontinen Pangea jutaan tahun lalu, yang kemudian membentuk Samudra Atlantik.

Diperkirakan, proses pemisahan di Afrika Timur telah dimulai sekitar 45 juta tahun lalu, sementara fase “necking” terjadi sekitar 4 juta tahun lalu akibat aktivitas vulkanik yang intens.

Dampak dan Nilai Ilmiah

Meski proses ini berlangsung sangat lambat dan diperkirakan membutuhkan jutaan tahun, dampaknya akan sangat besar bagi geografi dunia di masa depan.

Wilayah Rift Afrika Timur juga memiliki nilai ekonomi dan ilmiah yang tinggi. Danau-danau besar seperti Danau Tanganyika dan Danau Malawi menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

Nabuyatom Crater is shown at the edge of Lake Turkana which is situatated in the Great Rift Valley in Kenya It is the worlds largest desert lake and the worlds largest alkaline lake Rocks in the surrounding area are predominantly volcanic<br >Martin HarveyGetty Images FILE

Selain itu, kawasan Turkana dikenal sebagai salah satu lokasi penting penemuan fosil manusia purba, yang sering disebut sebagai “Cradle of Humankind”.

Para ilmuwan menilai, kondisi geologi di wilayah tersebut turut berperan dalam pelestarian fosil-fosil penting yang membantu memahami evolusi manusia.

Penelitian ini semakin memperkuat bukti bahwa Afrika Timur sedang bergerak menuju pembentukan samudra baru, sekaligus membuka peluang studi lebih lanjut mengenai dinamika bumi dan sejarah kehidupan manusia.(red)

Sumber : abcnews

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights