Pancur Batu, NusantaraTop.co — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu kembali menggelar razia mendadak di seluruh blok hunian warga binaan, Rabu (4/6/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemberantasan Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba) di lingkungan pemasyarakatan.
Razia dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Pancur Batu, Tribowo, dengan melibatkan seluruh pejabat struktural, staf administrasi, hingga regu pengamanan.
Petugas menyisir setiap sudut kamar hunian warga binaan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan mulai dari area tempat tidur, plafon kamar, hingga barang-barang pribadi narapidana guna memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan.
Sebelum pelaksanaan razia, Kalapas Tribowo memberikan arahan kepada seluruh petugas agar menjalankan tugas secara profesional dan humanis.
“Laksanakan tugas secara humanis dan profesional. Utamakan keamanan, tapi jangan kasar. Tujuan kita menciptakan lapas yang bersih dan kondusif untuk pembinaan,” tegas Tribowo.
Ia menegaskan bahwa razia tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah preventif yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk meminimalisasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
“Potensi gangguan kamtib harus dipangkas sejak dini. Tidak ada ruang untuk Halinar di Pancur Batu. Ini harga mati,” ujarnya.
Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang terlarang yang tidak sesuai dengan ketentuan di dalam lapas. Seluruh barang hasil temuan langsung diamankan dan didata untuk selanjutnya diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Barang bukti kita amankan dan data. Selanjutnya diproses sesuai ketentuan. Tidak ada toleransi,” ungkap Tribowo, terhadap wartawan, Minggu (7/6/2026).
Meski demikian, pihak lapas belum merinci jenis barang-barang yang ditemukan dalam operasi tersebut.
Kalapas menegaskan bahwa langkah tegas tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan steril dari praktik Halinar sehingga program pembinaan warga binaan dapat berjalan secara optimal.
Dengan kondisi lapas yang kondusif, diharapkan pembinaan kepribadian maupun kemandirian bagi warga binaan dapat terlaksana lebih efektif tanpa gangguan keamanan.(red)












