DaerahHAJI 2026Sumut

358 Jemaah Haji Kloter 05 Debarkasi Medan Tiba Selamat, Suasana Haru Warnai Penyambutan di Asrama Haji

×

358 Jemaah Haji Kloter 05 Debarkasi Medan Tiba Selamat, Suasana Haru Warnai Penyambutan di Asrama Haji

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA saat menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 05 Debarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Minggu (7/6/2026) dini hari.

Medan, NusantaraTop.co – Suasana haru, syukur, dan kebahagiaan menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan saat 358 jemaah dan petugas Kelompok Terbang (Kloter) 05 Debarkasi Medan tiba kembali di Tanah Air usai menunaikan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M.

Rombongan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sabtu (6/6/2026) pukul 23.42 WIB dan selanjutnya mengikuti prosesi penerimaan di Asrama Haji Medan pada Minggu (7/6/2026) dini hari.

Kepulangan Kloter 05 menjadi momentum penuh rasa syukur setelah para jemaah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, mulai dari umrah wajib, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, hingga berbagai amalan sunnah lainnya.

Meski menempuh perjalanan panjang dan menghadapi berbagai tantangan selama lebih kurang 40 hari di Arab Saudi, para jemaah kembali dalam keadaan sehat dan penuh semangat untuk berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman.

Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kloter 05 Debarkasi Medan berjumlah 358 orang, terdiri atas 352 jemaah haji dan 6 petugas kloter.

Jemaah berasal dari Kota Medan sebanyak 219 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 127 orang, Kabupaten Asahan 2 orang, Kota Pematangsiantar 1 orang, Kabupaten Labuhanbatu Utara 1 orang, serta Kabupaten Deli Serdang 2 orang.

Dalam manifes kepulangan tercatat terdapat lima jemaah tanazul masuk dari kloter lain dan satu jemaah tanazul keluar atas nama Awaluddin Huta Suhut asal Kabupaten Tapanuli Selatan karena sakit.

Selain itu, Kloter 05 juga mencatat kabar duka dengan wafatnya seorang jemaah atas nama Teuku Eddi Gusmar asal Kota Medan yang meninggal dunia di Makkah dan dimakamkan di Tanah Suci.

Acara penerimaan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Pembimbing Ibadah Kloter 05, H. Anwar Budi, sebagai ungkapan rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah ke Tanah Air dengan selamat.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, Sekretaris PPIH Embarkasi Medan Dr. H. Torang Rambe, M.Ag, Kepala Satpol PP Kabupaten Tapanuli Selatan Joni Gumansi Nasution, SE, Kabag Kesra Kabupaten Tapanuli Selatan Hotma Ridho Ranto Siregar, S.Ag., M.Si, Kabag Kesra Kabupaten Asahan H. Basuki, S.Pd, Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Medan H. Bambang Irawan Hutasuhut, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Tapanuli Selatan H. Firmansyah Pasaribu, S.HI., MA, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Asahan H. Jamaluddin, MM, serta jajaran PPIH dan P3IH Embarkasi Medan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Zulkifli Sitorus menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah Kloter 05 yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

“Rasanya baru kemarin kami melepas Bapak dan Ibu dari tempat ini menuju Tanah Suci. Kini, setelah melalui berbagai rangkaian ibadah selama kurang lebih 40 hari, termasuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Alhamdulillah Bapak dan Ibu kembali dengan selamat. Mudah-mudahan seluruh amal ibadah diterima Allah SWT dan memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah akhir dari perjalanan spiritual seorang muslim, melainkan awal untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada Allah SWT dan kepedulian sosial kepada sesama.

“Ibadah kepada Allah berlangsung sepanjang hayat. Jangan pernah merasa bahwa setelah berhaji tugas ibadah telah selesai. Justru setelah kembali ke Tanah Air, saatnya membuktikan kemabruran haji melalui meningkatnya ketaatan kepada Allah, akhlak yang lebih baik, serta kepedulian sosial yang lebih tinggi di tengah masyarakat,” pesannya.

Menurutnya, haji yang mabrur akan melahirkan dua bentuk kesalehan sekaligus, yakni kesalehan pribadi dalam hubungan dengan Allah SWT dan kesalehan sosial dalam hubungan dengan sesama manusia.

Karena itu, seluruh pengalaman spiritual, kebiasaan beribadah, zikir, doa, serta nilai-nilai kedisiplinan yang diperoleh selama di Tanah Suci harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PPIH juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kloter, ketua rombongan (karom), dan ketua regu (karu) yang telah menjalankan tugas pelayanan dengan penuh dedikasi sejak keberangkatan hingga kepulangan jemaah.

Sebagai bentuk penghargaan, PPIH Embarkasi Medan menyematkan selempang apresiasi kepada para petugas kloter, karom, dan karu. Penghargaan tersebut secara simbolis diterima oleh Ketua Kloter 05 Rahmadsyah Siregar dan Dokter Kloter dr. Rusdy Shaleh Harahap sebagai perwakilan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah melayani jemaah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Mudah-mudahan segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal saleh dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ungkapnya.

Usai penyambutan, jemaah mendapatkan edukasi kesehatan pascahaji dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan yang disampaikan oleh dr. Riza.

Dalam keterangannya, ia mengimbau seluruh jemaah untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari setelah tiba di Indonesia guna mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit yang terbawa dari luar negeri.

Ia menjelaskan bahwa selama masa pemantauan tersebut, jemaah diharapkan menggunakan masker saat berinteraksi dengan keluarga, menjaga kebersihan tangan, menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak buah dan sayuran, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas.

“Apabila ada keluhan kesehatan dalam 21 hari ke depan, segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat dan sampaikan bahwa Bapak-Ibu merupakan jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci agar dapat dilakukan pemantauan lebih lanjut oleh petugas kesehatan,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan penerimaan ditutup dengan proses pembagian koper dan barang bawaan jemaah yang dipandu petugas PPIH. Secara tertib, jemaah dipanggil berdasarkan nomor manifes sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing untuk berkumpul kembali bersama keluarga yang telah lama menanti.

Kepulangan Kloter 05 Debarkasi Medan bukan sekadar menandai berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru bagi para jemaah untuk menghadirkan nilai-nilai kemabruran haji dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan bekal pengalaman spiritual yang mendalam, para tamu Allah diharapkan mampu menjadi teladan, perekat persaudaraan, serta penggerak kebaikan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan bangsa.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights