DaerahEkonomi & BisnisPolitikRagamSumut

PIISU 2026 Resmi Ditutup, SKK Migas Raih Stand Terbaik di Parapat

×

PIISU 2026 Resmi Ditutup, SKK Migas Raih Stand Terbaik di Parapat

Sebarkan artikel ini

Simalungun, NusantaraTop.co – Semarak Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) Ke-12 resmi berakhir. Sabtu malam, 13 Juni 2026, Open Stage Parapat di Kabupaten Simalungun menjadi saksi ditutupnya ajang tahunan bergengsi tersebut oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sumut Sulaiman Harahap, SH, mewakili Gubernur Sumatera Utara Mohammad Bobby Afif Nasution.

Digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, PIISU 2026 kembali membuktikan diri sebagai panggung strategis daerah.

Selama sepekan pelaksanaan, ratusan inovasi, produk UMKM, peluang investasi, hingga destinasi pariwisata Sumatera Utara dipamerkan kepada investor dan masyarakat luas. Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong Sumut naik kelas melalui digitalisasi, hilirisasi industri, dan investasi hijau yang mampu menembus pasar global.

Puncak acara penutupan ditandai dengan pengumuman stand terbaik. SKK Migas berhasil meraih Juara 1, disusul Kabupaten Simalungun di posisi kedua dan Badan Pengelola Dana Perkebunan di posisi ketiga.

Mewakili SKK Migas, Helmy mengaku bangga atas penghargaan yang diraih pihaknya.

“Kami bangga dan bahagia atas raihan ini. Semoga prestasi hari ini menjadi pemicu semangat untuk terus berkontribusi bagi daerah dan bangsa,” ujarnya di tengah tepuk tangan para peserta.

Baca Juga : PIISU 2026 Ditutup di Parapat, Bobby Nasution Dorong Hilirisasi dan UMKM Naik Kelas

Kepala DPMPTSP Sumut Nubaity Harahap menegaskan bahwa PIISU bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

“Ini wadah konkret untuk memperkenalkan inovasi daerah, membuka keran investasi, dan mendorong UMKM serta pariwisata Sumut dikenal lebih luas. Dari sini lahir jejaring, dari sini tumbuh transaksi,” katanya.

Dalam sambutan Gubernur Sumut yang dibacakan Pj Sekda Sulaiman Harahap, Bobby Nasution menekankan pentingnya hilirisasi industri agar Sumatera Utara tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah.

Menurutnya, UMKM juga harus dibina secara serius melalui feasibility study atau studi kelayakan agar benar-benar siap menarik investor.

Selain itu, percepatan digitalisasi, kemudahan perizinan, sertifikasi halal, serta akses pembiayaan terus didorong agar UMKM di Sumut mampu naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Inovasi dan investasi adalah dua kaki pembangunan. Kolaborasi semua pihak menjadi kuncinya,” tegas Bobby.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights