DaerahNewsPolitikSumut

Wali Kota Bogor: Urbanisasi dan Sampah Jadi “Penyakit” Hampir Seluruh Kota di Indonesia

×

Wali Kota Bogor: Urbanisasi dan Sampah Jadi “Penyakit” Hampir Seluruh Kota di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (istimewa)

Medan, NusantaraTop.co – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai hampir seluruh kota di Indonesia menghadapi persoalan yang sama, yakni tingginya laju urbanisasi dan semakin kompleksnya pengelolaan sampah. Menurutnya, tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antardaerah.

Hal itu disampaikan Dedie saat mengikuti Rapat Kerja Nasional XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia 2026 yang digelar di Medan.

“Semua kota menghadapi tantangan yang hampir sama. Mulai dari urbanisasi, persoalan layanan kesehatan, pengelolaan sampah, hingga penataan permukiman,” ujar Dedie.

Menurutnya, urbanisasi yang terus meningkat telah memicu berbagai persoalan baru di kawasan perkotaan, mulai dari keterbatasan lahan, meningkatnya jumlah penduduk, bertambahnya volume sampah, hingga tingginya kebutuhan layanan kesehatan dan penyediaan hunian yang layak.

Karena itu, ia menilai forum APEKSI harus menjadi wadah bagi seluruh pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama.

“Karena itu, forum APEKSI menjadi ruang yang sangat penting untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama,” katanya.

Dedie menjelaskan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah kota saat ini, di antaranya peningkatan urbanisasi, pembiayaan layanan kesehatan, pengelolaan sampah yang semakin kompleks, serta penanganan kawasan permukiman dan rumah tidak layak huni (RTLH).

Menurutnya, APEKSI tidak hanya menjadi forum penyampaian persoalan, tetapi juga harus mampu memperkuat kolaborasi antardaerah serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“APEKSI tidak hanya menjadi forum untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah kota, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antardaerah serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dedie menekankan bahwa tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama lintas daerah agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Tantangan perkotaan yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama lintas daerah agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap Rakernas XVIII APEKSI 2026 mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat segera diterapkan oleh pemerintah kota di seluruh Indonesia.

“Hasil pembahasan Rakernas XVIII APEKSI 2026 dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang mampu memperkuat kapasitas pemerintah kota dalam meningkatkan pelayanan publik serta menjawab berbagai tantangan pembangunan perkotaan di masa mendatang,” katanya.

Dedie menambahkan, kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkota menjadi kunci untuk melahirkan kebijakan yang lebih efektif dalam mewujudkan kota yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkota menjadi kunci untuk menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dalam mewujudkan kota yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya. (red)

Laporan : Dara Mustika

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights