Pematangsiantar, NusantaraTop.co – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pematangsiantar resmi melantik kepengurusan periode 2026–2028 di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Kamis (2/7/2026).
Pelantikan yang mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Mengonsolidasikan Langkah, Membangun Gerakan Kerakyatan Demi GMNI yang Berdaya Juang dan Revolusioner” ini menjadi momentum memperkuat arah perjuangan organisasi sekaligus meneguhkan komitmen kader untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Sujahri Somar, didampingi jajaran pengurus DPP GMNI, yakni Surya Nasution, Joko Purwanto, dan Ronald Panjaitan.
Acara tersebut turut dihadiri Pemerintah Kota Pematangsiantar yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fidelis Sembiring, Wakapolres Pematangsiantar Budi mewakili Kapolres, Persatuan Alumni (PA) GMNI Pematangsiantar-Simalungun, Ketua KNPI Kota Pematangsiantar, organisasi Cipayung Plus Kota Pematangsiantar, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Pematangsiantar, Ketua DPD GMNI Sumatera Utara Diga Pinem, DPC GMNI Medan, DPC GMNI Sibolga-Tapanuli Tengah, kader GMNI, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Juan Simanjuntak, mengatakan pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi titik awal konsolidasi organisasi untuk memperkuat tekad dan komitmen kader dalam mengawal cita-cita perjuangan GMNI.
“Pelantikan ini merupakan titik awal bagi kepengurusan baru untuk meneguhkan kembali nilai-nilai marhaenisme, memperkuat solidaritas kader, dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang responsif terhadap persoalan rakyat. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Pematangsiantar periode 2026–2028, Kennedy Nicho Gurning, dalam pidato politiknya menegaskan bahwa GMNI harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas ideologis sebagai organisasi kader, organisasi perjuangan, dan organisasi rakyat.
Menurutnya, ideologi marhaenisme harus menjadi fondasi dalam membangun gerakan yang progresif, revolusioner, dan berpihak kepada rakyat kecil.
“GMNI Pematangsiantar harus menjadi rumah perjuangan bagi setiap kader untuk bertumbuh secara ideologis, intelektual, dan organisatoris. Kita tidak boleh menjadi organisasi yang hanya hadir dalam ruang-ruang seremonial, tetapi harus mampu menjadi pelopor perubahan sosial yang berdiri bersama rakyat dan memperjuangkan kepentingan mereka,” tegas Kennedy.
Ia juga mengajak seluruh kader menjadikan pelantikan sebagai awal kerja organisasi yang lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di tubuh GMNI merupakan amanah ideologis dan historis yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.
Menurutnya, di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, GMNI dituntut memperkuat kaderisasi, memperdalam pemahaman ideologi marhaenisme, serta membangun gerakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“GMNI harus tetap menjadi organisasi kader yang berwatak pejuang-pemikir dan pemikir-pejuang. Kader GMNI harus memiliki keberanian berpikir kritis, kemampuan membaca realitas sosial, dan keberpihakan yang jelas terhadap rakyat kecil. Jangan pernah meninggalkan rakyat, karena di situlah ruh perjuangan GMNI,” katanya.
Sujahri juga mengingatkan seluruh kader untuk menjaga soliditas organisasi, mengedepankan semangat persaudaraan, dan menjadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan dalam memperkaya gerakan.
Pelantikan kepengurusan DPC GMNI Pematangsiantar periode 2026–2028 diharapkan menjadi tonggak lahirnya gerakan mahasiswa yang semakin progresif, ideologis, dan revolusioner dalam mengawal berbagai persoalan kebangsaan serta memperjuangkan kepentingan rakyat sesuai semangat perjuangan Bung Karno dan cita-cita marhaenisme.(red)












