MancanegaraPolitik

Trump Kritik NATO di KTT Ankara, Soroti Belanja Pertahanan dan Dukungan Sekutu

×

Trump Kritik NATO di KTT Ankara, Soroti Belanja Pertahanan dan Dukungan Sekutu

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum menggelar pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Selasa (7/7/2026). Dalam KTT tersebut, Trump mengkritik komitmen sejumlah anggota NATO terkait belanja pertahanan dan dukungan terhadap Amerika Serikat. (Foto: Win McNamee/Getty Images)

Ankara, NusantaraTop.co  – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap negara-negara anggota NATO pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Selasa (7/7/2026). Trump menilai sejumlah sekutu Amerika Serikat tidak menunjukkan dukungan yang sepadan terhadap Washington, terutama terkait konflik dengan Iran dan komitmen dalam aliansi pertahanan.

KTT NATO yang berlangsung selama dua hari itu mempertemukan para pemimpin negara anggota untuk membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan anggaran pertahanan, perang Rusia-Ukraina, hingga dinamika keamanan global.

Dalam konferensi pers bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Trump mengaku kecewa terhadap NATO dan menyebut kehadirannya di Ankara juga dipengaruhi hubungannya yang baik dengan Erdogan.

“Saya sangat kecewa dengan NATO. Jika pertemuan ini tidak diselenggarakan di Turki, tempat sahabat saya yang merupakan pemimpin kuat berada, mungkin saya tidak akan hadir,” kata Trump.

Trump juga menyinggung minimnya dukungan sejumlah negara Eropa terhadap Amerika Serikat saat konflik Iran berlangsung.

“Mengapa kami harus menghabiskan ratusan miliar dolar jika mereka tidak ada untuk kami? Kami selalu ada untuk mereka,” ujarnya.

Ia secara khusus menyebut Italia, Jerman, dan Prancis sebagai negara yang dinilainya tidak memberikan dukungan sebagaimana diharapkan Washington.

Meski demikian, Trump memberikan apresiasi terhadap hubungan bilateral Amerika Serikat dengan Turki. Ia menyebut hubungan kedua negara berjalan sangat baik serta mengisyaratkan kemungkinan pencabutan sejumlah sanksi terhadap Ankara, termasuk membuka peluang penjualan jet tempur F-35 kepada Turki.

Belanja Pertahanan Jadi Agenda Utama

Salah satu agenda utama KTT NATO tahun ini adalah komitmen negara-negara anggota untuk meningkatkan belanja pertahanan.

Berdasarkan data terbaru NATO, hanya lima negara anggota yang diproyeksikan mampu memenuhi target belanja pertahanan sebesar 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026. Target tersebut merupakan hasil kesepakatan para pemimpin NATO pada KTT di Den Haag tahun lalu, meningkat dari target sebelumnya sebesar dua persen PDB.

Selain itu, anggota NATO juga berkomitmen mengalokasikan tambahan 1,5 persen PDB untuk mendukung sektor keamanan lainnya, termasuk penguatan keamanan siber, infrastruktur strategis, dan kesiapsiagaan sipil.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte meminta seluruh anggota menyusun rencana yang jelas, konkret, dan kredibel terkait peningkatan anggaran pertahanan.

Berbicara dalam forum industri pertahanan menjelang KTT, Rutte mengingatkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya datang dari Rusia, tetapi juga dari China, Korea Utara, dan Iran yang dinilai semakin meningkatkan kerja sama strategis.

“Kita harus tetap waspada. Negara-negara tersebut semakin bekerja sama,” ujar Rutte.

Eropa Mulai Tingkatkan Anggaran Militer

Analis kebijakan luar negeri Alexandru Hudisteanu menilai pendekatan Trump yang lebih agresif telah mendorong negara-negara Eropa untuk meningkatkan investasi di sektor pertahanan.

Meski demikian, data NATO menunjukkan masih ada sejumlah negara anggota yang diperkirakan hanya mengalokasikan sekitar dua persen dari PDB untuk kebutuhan pertahanan pada tahun depan.

KTT NATO di Ankara diperkirakan masih akan membahas sejumlah isu penting lainnya, termasuk kelanjutan dukungan terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia serta berbagai tantangan keamanan yang berkembang di kawasan Eropa dan sekitarnya.

Sumber: Al Jazeera
Editor: Pahotan M. Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights