Ekonomi & BisnisNasional

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp57.250 per Kg, Telur Ayam Ras Rp20.550

×

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp57.250 per Kg, Telur Ayam Ras Rp20.550

Sebarkan artikel ini
Pedagang merapihkan cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jakarta, NusantaraTop.co – Harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Sabtu (18/7/2026) pukul 09.00 WIB, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp57.250 per kilogram (kg).

Sementara itu, harga telur ayam ras berada di level Rp20.550 per kg.

Selain cabai rawit merah, beberapa komoditas cabai lainnya juga masih berada di level tinggi. Harga cabai merah besar tercatat Rp47.450 per kg, cabai merah keriting Rp46.500 per kg, dan cabai rawit hijau Rp53.000 per kg.

Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah mencapai Rp43.800 per kg, sedangkan bawang putih berada di angka Rp43.750 per kg.

Harga Beras hingga Daging

PIHPS juga mencatat harga beras di tingkat pedagang eceran nasional sebagai berikut:

  • Beras kualitas bawah I: Rp14.750 per kg
  • Beras kualitas bawah II: Rp14.550 per kg
  • Beras kualitas medium I: Rp16.350 per kg
  • Beras kualitas medium II: Rp16.150 per kg
  • Beras kualitas super I: Rp17.650 per kg
  • Beras kualitas super II: Rp17.150 per kg

Sementara itu, harga daging ayam ras segar mencapai Rp38.450 per kg, daging sapi kualitas I Rp150.600 per kg, dan daging sapi kualitas II Rp141.550 per kg.

Untuk komoditas lainnya, harga gula pasir premium tercatat Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal Rp19.100 per kg.

Adapun harga minyak goreng meliputi:

  • Minyak goreng curah: Rp20.550 per liter
  • Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp24.200 per liter
  • Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp23.450 per liter.

Menkeu: Inflasi Dipicu BBM dan Pangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat meberikan keterangan usai rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/9/2025)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan tekanan inflasi akan mulai mereda dalam beberapa bulan mendatang karena kenaikan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi komoditas yang bersifat fluktuatif, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pangan.

Menurut Purbaya, harga komoditas musiman seperti cabai diperkirakan akan kembali normal seiring penurunan harga minyak dunia yang diharapkan diikuti penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

“Harga cabai dan komoditas pangan lainnya itu bersifat musiman. Saya harapkan setelah harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax juga akan turun secara bertahap sehingga tekanan terhadap inflasi akan berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, inflasi inti (core inflation) masih berada di level 2,76 persen, yang menunjukkan kenaikan harga saat ini belum disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat.

“Jadi kenaikan ini lebih dipengaruhi harga yang fluktuatif seperti BBM dan pangan. Seharusnya dalam beberapa bulan ke depan tekanan tersebut akan mereda,” kata Purbaya.

Berdasarkan data BPS, inflasi Juni 2026 secara bulanan (month-to-month/mtm) tercatat sebesar 0,44 persen. Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan tingkat inflasi 2,29 persen, didorong kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, dan pelumas kendaraan.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *