MancanegaraPolitik

AS Tegaskan Hormati Hak Greenland Tentukan Masa Depan di Tengah Isu Campur Tangan Politik

×

AS Tegaskan Hormati Hak Greenland Tentukan Masa Depan di Tengah Isu Campur Tangan Politik

Sebarkan artikel ini
Terjemahannya: **Pemandangan kota tua Nuuk, Greenland, 29 Maret 2025. Foto : REUTERS/ Leonhard Foeger

Copenhagen, NusantaraTop.co Amerika Serikat menegaskan kembali sikapnya untuk menghormati hak rakyat Greenland dalam menentukan masa depan wilayahnya, usai mencuat laporan intelijen Denmark yang menyebut ada upaya sejumlah warga AS memengaruhi opini politik di wilayah Arktik tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Chargé d’Affaires AS di Denmark, Mark Stroh, setelah bertemu dengan pejabat Denmark dan Greenland di Kopenhagen, Rabu (27/8/2025). Pertemuan ini berlangsung setelah Kementerian Luar Negeri Denmark memanggil Stroh, buntut laporan stasiun televisi publik DR yang menyebut sedikitnya tiga warga AS dengan kedekatan terhadap mantan Presiden Donald Trump dicurigai mendorong wacana pemisahan Greenland dari Denmark.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menegaskan pembicaraan tersebut berlangsung “produktif” dan menekankan komitmen Washington untuk menjaga hubungan erat dengan Denmark maupun Greenland.

“Amerika Serikat menghormati hak rakyat Greenland untuk menentukan masa depan mereka sendiri,” tulis pernyataan resmi tersebut.

AS juga menambahkan bahwa pemerintahnya tidak mengendalikan ataupun mengarahkan tindakan individu warganya, sekaligus menolak berkomentar terkait laporan intelijen tersebut.

Sebagai wilayah semi-otonom dalam Kerajaan Denmark, Greenland secara hukum memiliki hak untuk mendeklarasikan kemerdekaannya. Namun, isu kedaulatan ini kerap memicu tensi geopolitik, terutama sejak Donald Trump secara terbuka pernah menyatakan minat membeli Greenland demi alasan strategis, bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan “kekuatan” untuk merealisasikan hal itu.

Menanggapi laporan ini, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan pentingnya penghormatan terhadap aturan internasional.
“Kami adalah mitra, kami adalah sekutu, dan kami berharap aturan main diplomasi dijunjung tinggi. Kami berharap hukum internasional dan kedaulatan dihormati,” ujarnya kepada DR. (red)

Sumber : Reuters

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights