Jakarta, NusantaraTop.co – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan astronaut Anil Menon akan meluncur menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) menggunakan wahana Roscosmos Soyuz MS-29 pada Selasa, 14 Juli 2026.
Dalam misi tersebut, Menon akan didampingi dua kosmonaut Roscosmos, Pyotr Dubrov dan Anna Kikina, untuk bergabung dengan kru Ekspedisi 74 yang tengah menjalankan berbagai penelitian ilmiah di laboratorium antariksa terbesar di dunia.
Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.47 EDT atau 19.47 waktu Baikonur, dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dengan dua kali mengorbit Bumi, wahana Soyuz MS-29 dijadwalkan merapat secara otomatis di modul Prichal ISS pada pukul 13.56 EDT. Tidak lama kemudian, awak akan memasuki stasiun luar angkasa dan bergabung dengan kru Ekspedisi 74.
Di ISS, ketiganya akan bergabung dengan astronaut NASA Jessica Meir, Jack Hathaway, dan Chris Williams, astronaut European Space Agency (ESA) Sophie Adenot, serta kosmonaut Roscosmos Sergey Kud-Sverchkov, Sergei Mikaev, dan Andrey Fedyaev.
Misi Delapan Bulan di ISS
NASA menjelaskan, Menon, Dubrov, dan Kikina akan menjalani misi selama sekitar delapan bulan sebagai anggota Ekspedisi 74/75, sebelum dijadwalkan kembali ke Bumi pada April 2027.
Misi ini menjadi penerbangan antariksa pertama bagi Anil Menon, sementara bagi Pyotr Dubrov dan Anna Kikina merupakan misi kedua mereka ke luar angkasa.
Fokus pada Penelitian AI, Medis, dan Teknologi Antariksa
Selama berada di ISS, Anil Menon akan melakukan berbagai eksperimen ilmiah dan demonstrasi teknologi yang bertujuan mendukung eksplorasi manusia di luar angkasa sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan di Bumi.
Beberapa penelitian yang akan dilakukan antara lain:
- Mengembangkan metode produksi kristal semikonduktor di lingkungan mikrogravitasi untuk mendukung pembuatan komponen komputer berperforma tinggi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta perangkat medis generasi baru.
- Menguji penggunaan teknologi ultrasonografi berbasis augmented reality (AR) dan AI yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan astronaut terhadap dukungan medis dari Bumi pada misi luar angkasa jangka panjang.
- Menjadi subjek penelitian mengenai perubahan aliran darah di tubuh manusia selama berada di luar angkasa guna meningkatkan keselamatan astronaut pada misi mendatang.
- Menguji teknologi bioprinting struktur pembuluh darah dalam kondisi mikrogravitasi untuk membantu penelitian proses penuaan serta pengembangan terapi medis di masa depan.
ISS Terus Jadi Laboratorium Penelitian Dunia
NASA menyebutkan, selama lebih dari 25 tahun, Stasiun Luar Angkasa Internasional telah menjadi tempat tinggal dan bekerja bagi para astronaut dari berbagai negara secara berkelanjutan.
Berbagai penelitian yang dilakukan di ISS telah menghasilkan terobosan ilmiah yang tidak mungkin dilakukan di Bumi. Hasil riset tersebut menjadi fondasi penting bagi misi eksplorasi manusia ke Bulan melalui Program Artemis, sekaligus mempersiapkan perjalanan berawak ke Planet Mars pada masa mendatang.
NASA juga akan menayangkan secara langsung proses peluncuran, docking, hingga penyambutan awak baru melalui layanan NASA+, Amazon Prime, dan kanal resmi YouTube NASA.
Sumber: NASA
Editor: Pahotan M. Hutagalung












