Washington, NusantaraTop.co – Untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima dekade, astronot kembali melakukan perjalanan menuju Bulan dalam misi berawak milik NASA. Pencapaian bersejarah ini terjadi setelah pesawat antariksa Orion berhasil menyelesaikan manuver penting berupa pembakaran mesin utama yang mendorongnya keluar dari orbit Bumi.
Manuver yang dikenal sebagai translunar injection burn berlangsung selama sekitar enam menit pada Kamis, memungkinkan Orion bersama empat astronotReid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency—melaju meninggalkan orbit Bumi menuju Bulan.
Pejabat NASA, Lori Glaze, menyebut momen ini sebagai tonggak penting sejak misi Apollo 17 pada 1972. “Untuk pertama kalinya sejak Apollo 17, manusia meninggalkan orbit Bumi dan menuju Bulan. Ini langkah besar dalam program Artemis,” ujarnya.
Misi ini diluncurkan menggunakan roket Space Launch System dari Kennedy Space Center, Florida, pada 1 April pukul 18.35 waktu setempat. Penerbangan uji coba ini direncanakan berlangsung selama 10 hari, mengitari Bulan sebelum kembali ke Bumi.
Setelah mencapai luar angkasa, Orion langsung mengembangkan empat panel surya untuk menyerap energi Matahari. Tim astronot dan insinyur kemudian melakukan berbagai pengecekan sistem penting guna memastikan kesiapan pesawat selama perjalanan.
Sekitar 49 menit setelah peluncuran, tahap atas roket mendorong Orion ke orbit elips Bumi. Manuver lanjutan membawa pesawat ke orbit tinggi hingga sekitar 46.000 mil dari Bumi, sebelum akhirnya terpisah dan melanjutkan perjalanan secara mandiri.
Para astronot juga melakukan uji kendali manual untuk menguji kemampuan manuver Orion di luar angkasa. Setelah itu, pesawat menjauh secara otomatis dari tahap roket yang kemudian masuk kembali ke atmosfer Bumi dan jatuh di Samudra Pasifik.
Dalam misi ini, sejumlah satelit kecil CubeSat juga dilepaskan untuk mendukung penelitian tambahan. Sementara itu, kru menjalani adaptasi lingkungan luar angkasa, termasuk latihan fisik, sistem komunikasi, serta pengujian fasilitas di dalam pesawat.
Rencananya, Orion akan melakukan lintasan dekat Bulan pada 6 April. Para astronot akan mengambil gambar resolusi tinggi, termasuk sisi jauh Bulan yang belum pernah diamati langsung oleh manusia.
Setelah menyelesaikan misi, kapsul Orion dijadwalkan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego.
Misi ini menjadi bagian dari program Artemis, yang bertujuan membuka era baru eksplorasi luar angkasa, termasuk rencana pengiriman manusia ke Mars di masa depan.(red)












