Ekonomi & BisnisNasionalPolitik

Bahlil Ungkap Arahan Prabowo Soal Energi dan Penataan Tambang

×

Bahlil Ungkap Arahan Prabowo Soal Energi dan Penataan Tambang

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan kepada awak media usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: Tangkapan Layar YouTube BPMI Setpres)

Jakarta, NusantaraTop.co – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026), guna membahas penguatan ketahanan energi nasional dan percepatan hilirisasi di tengah dinamika geopolitik global.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Bahlil menyebut Presiden Prabowo memerintahkan pemerintah untuk segera mencari dan mengembangkan sumber-sumber energi alternatif guna menjaga stabilitas energi nasional.

“Kami melakukan rapat untuk membicarakan sektor energi dan sektor hilirisasi. Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai. Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif,” ujar Bahlil.

Menurutnya, salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan program peralihan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bagian dari diversifikasi energi nasional.

“Sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG-CNG. Yang kedua, pendataan tambang. Dan yang ketiga adalah kesiapan di sektor energi PLN maupun dari sisi ketersediaan daripada BBM kita,” lanjutnya.

Selain membahas ketahanan energi, pemerintah juga melakukan penataan sektor pertambangan untuk memastikan tata kelola yang lebih baik dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi demi menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.

“Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada,” ungkap Bahlil.

Ia menambahkan pemerintah saat ini tengah menggodok sejumlah kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya terkait energi bersubsidi.

“Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi, sama sekali tidak kita naikkan,” katanya.

Menanggapi isu gangguan kelistrikan di sejumlah daerah, Bahlil memastikan pasokan batu bara nasional dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.

“Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat gangguan teknis pada beberapa mesin pembangkit listrik milik PLN yang saat ini sedang dalam proses penanganan.

“Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” pungkas Bahlil.

Melalui penguatan ketahanan energi, hilirisasi industri, diversifikasi energi, dan perlindungan daya beli masyarakat, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia menuju kemandirian jangka panjang.(red)

Sumber : BPMI Setpres

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights