Texas, NusantaraTop.co – Duka mendalam menyelimuti Amerika Serikat setelah banjir bandang dahsyat menerjang wilayah Texas Tengah selama libur akhir pekan 4 Juli. Setidaknya 80 orang tewas, termasuk 27 anak dan konselor dari sebuah perkemahan musim panas Kristen untuk anak perempuan, Camp Mystic, yang terletak di tepi Sungai Guadalupe, Kerr County.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat dini hari (4/7/2025) saat hujan deras melanda dan mengubah sungai menjadi arus deras hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Camp Mystic, yang berdiri hampir satu abad, dilaporkan luruh diterjang air bah, meninggalkan puing dan kesedihan mendalam bagi banyak keluarga.
“Ini akan menjadi minggu yang berat,” ujar Wali Kota Kerrville, Joe Herring Jr., dalam konferensi pers Senin pagi (7/7/2025).
Korban Tewas & Hilang: Anak-anak dan Para Pengasuh
Dari total korban, 48 orang dewasa dan 27 anak-anak tewas di Kerr County. Sepuluh anak perempuan dan seorang konselor masih dinyatakan hilang, dan tim penyelamat terus melakukan pencarian di tengah lumpur, puing, dan ancaman hujan susulan.
Salah satu korban jiwa adalah Richard “Dick” Eastland (70), direktur sekaligus pemilik Camp Mystic. Menurut keluarganya, ia meninggal saat berusaha menyelamatkan para peserta kemah.
“Kalau bukan karena sebab alami, maka inilah satu-satunya cara ia bisa pergi — menyelamatkan anak-anak yang ia cintai,” tulis cucunya, George Eastland, di Instagram.
Layanan Cuaca Nasional memperkirakan akan ada 2–10 inci hujan tambahan, yang sangat berbahaya mengingat tanah yang sudah jenuh air dan puing yang masih mengapung di sepanjang sungai.
Kondisi ini memicu kritik terhadap akurasi prakiraan cuaca dan sistem peringatan dini. Kota Kerrville dilaporkan menerima dua kali lipat curah hujan yang diprediksi, sehingga air bah menghantam secara tiba-tiba dan dahsyat.
Gubernur Texas Greg Abbott serta manajemen kota akan menyelidiki sistem peringatan begitu krisis ini teratasi. Beberapa pakar menyebut bahwa pemangkasan anggaran oleh pemerintah federal sebelumnya dapat mempengaruhi kecepatan dan akurasi peringatan dini.
Tanggap Darurat Nasional & Perdebatan Politik
Presiden Donald Trump telah menetapkan status bencana besar nasional dan mengerahkan FEMA serta US Coast Guard ke lokasi bencana. Namun, Trump menolak anggapan bahwa pengurangan staf NOAA dan badan cuaca di masa pemerintahannya memperlambat respons bencana.
“Saya tidak menyalahkan Biden, ini adalah bencana 100 tahun,” kata Trump, sambil menyalahkan sistem lama yang ada sejak era pemerintahan sebelumnya.
Sementara itu, Senator Demokrat Chuck Schumer mendesak dilakukan penyelidikan terhadap potensi kegagalan sistem peringatan cuaca akibat pemangkasan anggaran.
Senator Texas Ted Cruz menyatakan bahwa waktu untuk menyelidiki akan datang, namun saat ini adalah momen untuk berkabung dan mendukung keluarga korban.
“Texas sedang berduka. Rasa sakit dan keterkejutan atas tragedi ini telah mematahkan hati kami semua,” ujar Cruz. (red)
Sumber : Reusters
Editor : Pahotan MH












