Simalungun, NusantaraTop.co – Sorotan malam penutupan Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) Ke-12 tak hanya tertuju pada pengumuman stand terbaik. Dari panggung Open Stage Parapat, Sabtu (13/6/2026) malam, Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga, M.M. membuat para peserta dan tamu undangan terpukau dengan capaian yang disebut sebagai yang tercepat di Indonesia.
Di hadapan Pj. Sekda Sumut Sulaiman Harahap, SH, yang mewakili Gubernur Sumatera Utara Mohammad Bobby Afif Nasution, Vickner mengumumkan bahwa penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Dairi berhasil dirampungkan dalam waktu kurang dari satu bulan.
“Ini sejarah baru. RTRW Dairi tuntas kurang dari satu bulan. Ini penetapan tercepat di Republik Indonesia,” tegas Vickner disambut tepuk tangan hadirin.
Menurutnya, percepatan penyusunan RTRW menjadi bukti nyata inovasi nonfisik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Dairi dalam menciptakan kepastian investasi dan kemudahan perizinan.
“Investor tidak suka menunggu. Dengan RTRW yang jelas dan cepat, Dairi siap menjadi tujuan investasi,” ujarnya.
Penutupan PIISU 2026 turut dihadiri Kepala DPMPTSP Sumut Nubaity Harahap, S.Sos., M.AP, Kepala Kesbangpol Sumut Dr. Ir. Mulyono, S.T., M.Si., serta sejumlah pejabat provinsi dan kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Tak hanya berbicara soal tata ruang, Vickner juga membawa kabar besar terkait hilirisasi industri di Kabupaten Dairi. Ia menyebut Pemkab Dairi tengah menyiapkan pengolahan dolomit agar tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Harga dolomit Rp25 ribu per sak akan kami tekan menjadi di bawah Rp20 ribu per sak. Kalau kita olah sendiri, nilai tambahnya tinggal di Dairi, petani untung, ekonomi bergerak,” jelasnya.
Selain dolomit, komoditas nilam khas Dairi juga akan didorong naik kelas melalui program hilirisasi. Selama ini nilam hanya dipasarkan dalam bentuk minyak mentah, namun ke depan akan dikembangkan menjadi produk parfum siap pakai.
“Ke depan nilam Dairi tidak lagi dijual sebagai minyak mentah. Kita hilirisasi menjadi parfum siap pakai. Tidak perlu kemasan mewah, yang penting produk asli Dairi, milik petani sendiri,” tegas Vickner.
Ia berharap langkah tersebut mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan pelaku UMKM di Dairi.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Sumut Nubaity Harahap mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Dairi dalam menyelesaikan RTRW.
Menurutnya, kepastian tata ruang menjadi salah satu faktor utama yang dibutuhkan investor sebelum menanamkan modal di suatu daerah.
“PIISU memang menjadi panggung untuk menunjukkan terobosan seperti ini. Kalau semua daerah bisa secepat Dairi dalam kepastian tata ruang, investasi di Sumut pasti melesat,” ujarnya.
PIISU 2026 sendiri menjadi ajang strategis untuk mempromosikan inovasi daerah, peluang investasi, produk unggulan UMKM, hingga potensi pariwisata Sumatera Utara kepada investor dan masyarakat luas.(red)












