MancanegaraNews

Dua Tahun Setelah Serangan 7 Oktober, Perang Israel-Hamas Masih Berlanjut, Ribuan Korban Jiwa dan Upaya Perdamaian Terbaru

×

Dua Tahun Setelah Serangan 7 Oktober, Perang Israel-Hamas Masih Berlanjut, Ribuan Korban Jiwa dan Upaya Perdamaian Terbaru

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Sejumlah orang mengunjungi lokasi Festival Musik Nova, tempat ratusan pengunjung tewas dan diculik oleh Hamas lalu dibawa ke Gaza, saat Israel memperingati dua tahun serangan tersebut, di dekat Kibbutz Reim, Israel selatan, Selasa (7/10/2025). (AP Photo/Ariel Schalit)

Timur Tengah, NusantaraTop.co – Dua tahun telah berlalu sejak ribuan militan yang dipimpin Hamas menyerbu Israel selatan dalam serangan mendadak setelah rentetan roket menghantam wilayah tersebut. Mereka menyerang pangkalan militer, komunitas pertanian, dan festival musik terbuka, menewaskan sekitar 1.200 orang — sebagian besar warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia — serta menculik 251 orang lainnya.

Sebagai balasan, Israel melancarkan ofensif besar-besaran ke Jalur Gaza yang hingga kini telah menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan kota-kota secara luas. Saat Amerika Serikat berupaya menengahi gencatan senjata setelah hampir dua tahun perang, ribuan warga Gaza kembali melarikan diri dari invasi baru Israel ke Kota Gaza, sementara yang lain berlindung di tempat masing-masing. Banyak yang tak mampu menempuh perjalanan panjang dan berbahaya menuju selatan.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas akibat perang telah mencapai 67.160 jiwa per Senin (6/10/2025).

Keterangan Foto<br >Warga menghadiri upacara peringatan dua tahun serangan lintas batas Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 di Kibbutz Kfar Aza Israel selatan tempat banyak anggota komunitas setempat tewas dan diculik Selasa 7102025 AP PhotoOhad Zwigenberg

Perkembangan Terbaru: Perdana Menteri Australia Tegaskan Solusi Dua Negara

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan di hadapan parlemen bahwa negaranya harus melakukan segala upaya untuk memastikan terwujudnya dua negara  Israel dan Palestina dalam masa depan tanpa Hamas.

Ia mengecam keras serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, khususnya terhadap festival musik yang mempromosikan “persahabatan, cinta, dan kebebasan tanpa batas”.
“Serangan itu menegaskan satu kebenaran mendasar: Hamas menentang seluruh kemanusiaan dan segala nilai yang kita junjung,” ujar Albanese.

Ia juga menyebut coretan pro-Hamas yang muncul di Melbourne bertuliskan “Glory to Hamas” dan “Oct 7, do it again” sebagai tindakan “menjijikkan dan memalukan.”

PM Selandia Baru Serukan Akhiri Invasi

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters dalam pidatonya di parlemen menyebut serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai “hari kehinaan.”
Namun, ia juga menyoroti respon militer Israel yang berlebihan, yang menurutnya membuat warga sipil Palestina menanggung harga terlalu mahal atas dosa Hamas.

Peters menyampaikan bahwa pemerintahnya mendukung rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump, dan menegaskan bahwa negara-negara yang memiliki pengaruh besar harus berperan aktif dalam penyelesaian diplomatik.

Insiden protes juga terjadi di Auckland pada Senin malam, di mana seorang pria ditangkap karena memecahkan jendela rumah Peters saat demonstrasi pro-Palestina berlangsung di luar rumahnya.

Keterangan Foto<br >Puing puing apartemen yang hancur akibat serangan Israel berserakan di sekitar rumah Khaled Nassar di kamp pengungsi Jabaliya Kota Gaza 9 Februari 2025 Putrinya Dalia dan putranya Mahmoud tewas dalam serangan udara terpisah keduanya dimakamkan di bawah reruntuhan rumah mereka AP PhotoAbdel Hana

Keluarga Sandera Gelar Peringatan Tanpa Netanyahu

Israel pada Selasa (7/10/2025) memperingati dua tahun tragedi serangan Hamas dengan upacara peringatan utama yang digelar oleh keluarga korban, bukan oleh pemerintah.
Hal ini mencerminkan perpecahan politik yang dalam di Israel, di mana banyak pihak menilai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dapat membebaskan para sandera yang masih ditahan Hamas.

Keterangan Foto<br >Fadwa al Ghalban memegang pakaian milik putranya Mosaab di tendanya di Muwasi sepanjang pesisir selatan Gaza 3 Oktober 2025 Fadwa belum mendapat kabar dari Mosaab sejak Juli ketika sepupunya terakhir kali melihatnya di dekat rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel di kota Maan Gaza selatan AP PhotoJehad Alshrafi

Perundingan Perdamaian AS Dilanjutkan di Mesir

Israel dan Hamas dijadwalkan melanjutkan pembicaraan tidak langsung di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Selasa, terkait rencana perdamaian yang disusun AS.
Putaran pertama perundingan berlangsung pada Senin, membahas isu utama seperti pelucutan senjata Hamas dan pemerintahan Gaza pascaperang.

Seorang pejabat Mesir mengatakan, kemajuan telah dicapai dalam sebagian besar kesepakatan fase pertama, termasuk pembebasan sandera dan pembentukan gencatan senjata.

Namun, meski Presiden Trump telah memerintahkan Israel menghentikan pemboman, serangan udara Israel ke Gaza masih terus terjadi hingga Senin malam. (red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights