Teheran, NusantaraTop.co – Militer Israel dilaporkan menargetkan sebuah gedung di Teheran yang menjadi lokasi pertemuan Majelis Ahli Iran beranggotakan 88 orang. Forum tersebut tengah bersidang untuk memilih pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Sumber Israel kepada media menyebutkan, gedung itu menjadi sasaran dalam rangkaian serangan terbaru. Kantor berita Iran melaporkan bangunan tersebut “rata dengan tanah” akibat gempuran udara. Namun hingga Selasa malam waktu setempat, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat serangan tersebut.
Sebelumnya, kantor berita ISNA mengutip salah satu anggota Majelis Ahli yang menyatakan bahwa proses penentuan pengganti pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, “tidak akan memakan waktu lama.”
Operasi “Roaring Lion”
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer Israel yang diberi nama “Operation Roaring Lion.” Dalam operasi tersebut, Israel mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap sejumlah target strategis di Iran.
Menurut pernyataan militer Israel (IDF), hingga Senin malam mereka telah menjatuhkan lebih dari 2.500 bom dan menyerang lebih dari 600 target di berbagai wilayah Iran.
Pada serangan semalam, Angkatan Udara Israel (IAF) disebut mengerahkan sekitar 100 jet tempur untuk menggempur sebuah kompleks kepemimpinan di Teheran. Lebih dari 250 bom dijatuhkan ke area tersebut.
IDF menyatakan kompleks itu mencakup markas Presiden Iran, kantor Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, kompleks pertemuan forum senior Republik Islam, serta pusat pelatihan perwira militer Iran.
Situasi di Teheran dan sejumlah kota lainnya dilaporkan masih tegang menyusul eskalasi militer yang terus berlangsung antara kedua negara.(red)
Sumber : The Jerussalem Post












