Mancanegara

Israel Serang Hamas di Gaza Usai Dituding Langgar Gencatan Senjata, Dua Jenazah Sandera Teridentifikasi

×

Israel Serang Hamas di Gaza Usai Dituding Langgar Gencatan Senjata, Dua Jenazah Sandera Teridentifikasi

Sebarkan artikel ini
Anggota kelompok militan Hamas menyisir terowongan bawah tanah untuk mencari jenazah sandera Israel di tengah reruntuhan bangunan yang hancur di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Minggu (19/10/2025). Foto: AP/Abdel Kareem Hana

TEL AVIV, NusantaraTop.co – Ketegangan kembali meningkat di Gaza. Militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan udara dan artileri ke wilayah selatan Gaza, Minggu (19/10/2025), setelah kelompok bersenjata menembaki pasukan Israel di area Rafah yang masih berada dalam kendali Israel sesuai garis gencatan senjata 10 Oktober.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer mengambil langkah “tegas” terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata, meskipun tidak secara langsung mengancam akan kembali berperang. Hamas membantah terlibat dalam insiden penembakan tersebut.

Dua Jenazah Sandera Teridentifikasi

Dalam perkembangan lain, Pemerintah Israel mengumumkan telah mengidentifikasi dua jenazah sandera yang diserahkan oleh Hamas. Mereka adalah:

  • Ronen Engel, warga Kibbutz Nir Oz, ayah tiga anak.
  • Sonthaya Oakkharasri, pekerja pertanian asal Thailand yang tewas dalam serangan Hamas di Kibbutz Be’eri.

Kedua korban diyakini terbunuh saat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, kemudian dibawa ke Gaza. Sebelumnya, istri dan dua anak Ronen Engel dibebaskan pada gencatan senjata November 2023.

Foto tanpa tanggal yang disediakan oleh Hostages Family Forum ini menunjukkan Ronen Engel yang diculik dan dibawa ke Gaza pada 7 Oktober 2023<br >Hostages Family Forum via AP

Baca Juga : Ribuan Warga Palestina Pulang ke Gaza Usai Gencatan Senjata, Israel dan Hamas Sepakati Pertukaran Sandera

Foto tanpa tanggal yang disediakan oleh Hostages Family Forum ini menunjukkan Sonthaya Oakkharasri seorang pekerja pertanian asal Thailand yang diculik dan dibawa ke Gaza pada 7 Oktober 2023<br >Hostages Family Forum via AP

Rafah Tetap Ditutup, Israel Desak Hamas Kembalikan Semua Jenazah Sandera

Kantor Perdana Menteri Israel menyebut penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza–Mesir akan tetap ditutup “hingga pemberitahuan lebih lanjut.” Pembukaan kembali perbatasan akan dipertimbangkan jika Hamas menyerahkan seluruh 28 jenazah sandera yang tersisa.

Sejauh ini, Hamas telah menyerahkan 13 jenazah, 12 di antaranya teridentifikasi sebagai sandera Israel. Sebagai imbalan, Israel telah mengembalikan 150 jenazah warga Palestina ke Gaza, termasuk 15 jenazah pada Minggu.

Menuju Tahap Kedua Gencatan Senjata

Meski ketegangan meningkat, Hamas menyatakan pembicaraan untuk memasuki fase kedua gencatan senjata telah dimulai bersama mediator internasional.

Fase kedua, sesuai proposal Presiden AS Donald Trump, mencakup:

  • Pembahasan perlucutan senjata Hamas,
  • Penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza,
  • Penentuan otoritas yang akan memerintah Gaza pascaperang.

Juru bicara Hamas, Hazem Kassem, menegaskan pihaknya tidak akan mengambil bagian dalam pemerintahan Gaza pascaperang. Ia mengusulkan pembentukan Community Support Committee atau badan teknokrat Palestina untuk mengelola urusan sipil sementara.

Naomi Baruch berduka di atas peti mati putranya Uriel Baruch seorang sandera Israel yang jenazahnya dikembalikan dari Gaza sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Yerusalem Minggu 19102025<br >Foto APOhad Zwigenberg

Korban Perang dan Kondisi Kemanusiaan

  • Lebih dari 68.000 warga Palestina tewas sejak perang pecah, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
  • Sekitar 1.200 warga Israel tewas dalam serangan Hamas 7 Oktober 2023, dan 251 orang diculik.
  • Ribuan warga Gaza masih hilang.
  • Rafah, satu-satunya penyeberangan non-Israel sebelum perang, tetap tertutup sejak Mei 2024.
Para pelayat berkumpul di sekitar jenazah warga Palestina yang tewas akibat tembakan Israel setelah melintasi garis gencatan senjata menurut Pertahanan Sipil yang dikelola Hamas saat mereka dibawa ke Rumah Sakit Al Ahli di Kota Gaza Sabtu 18 Oktober 2025<br >Foto AP PhotoYousef Al Zanoon

Tuduhan dan Bantahan

Amerika Serikat menyebut memiliki laporan kredibel bahwa Hamas berencana menyerang warga sipil Gaza. Hamas membantah keras, menuduh AS dan Israel menyebarkan narasi palsu.

Hamas juga mengaku terlibat bentrokan dengan kelompok bersenjata di Gaza timur yang dituding menjarah bantuan dan bekerja sama dengan Israel. Beberapa anggota kelompok tersebut dilaporkan dieksekusi di depan publik.

Editor: Pahotan M. Hutagalung
Laporan Internasional: Redaksi NusantaraTop.co

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights