MancanegaraPolitik

Jepang Peringatkan Warganya di China di Tengah Memanasnya Ketegangan soal Taiwan

×

Jepang Peringatkan Warganya di China di Tengah Memanasnya Ketegangan soal Taiwan

Sebarkan artikel ini

BEIJING/TOKYO, NusantaraTop.co — Ketegangan diplomatik antara Jepang dan China kembali memanas. Pemerintah Jepang secara resmi memperingatkan warganya di China untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kerumunan, menyusul memburuknya sentimen publik China terhadap Jepang terkait isu Taiwan.

Peringatan itu disampaikan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, yang mengatakan bahwa situasi keamanan dan kondisi sosial-politik di China menjadi dasar penerbitan imbauan terbaru tersebut. “Penilaian ini dilakukan berdasarkan pertimbangan komprehensif terhadap kondisi keamanan di kawasan,” ujarnya, Selasa.

Langkah ini menyusul kritik tajam Beijing terhadap pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, yang kepada parlemen Jepang menyebut bahwa serangan China terhadap Taiwan yang mengancam kelangsungan hidup Jepang dapat memicu respons militer Tokyo. Pernyataan itu dianggap sebagai yang paling memicu ketegangan dua negara dalam beberapa tahun terakhir.

IMBAUAN KEAMANAN UNTUK WARGA JEPANG DI CHINA

Kedutaan Besar Jepang di Beijing meminta warga agar:

  • Menghindari bepergian sendirian

  • Tetap memperhatikan lingkungan sekitar

  • Menghindari interaksi berisiko

  • Lebih berhati-hati saat bepergian dengan anak-anak

“Jika melihat orang atau kelompok yang mencurigakan, segera menjauh,” bunyi imbauan kedutaan.

Sentimen publik yang memanas juga berdampak pada sektor hiburan. Sejumlah distributor film China menunda penayangan sedikitnya dua film Jepang. CCTV menyebut keputusan itu sebagai langkah “prudent” mengingat reaksi penonton domestik. Film yang ditunda termasuk Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! Scorching Kasukabe Dancers dan Cells at Work!.

Presiden China Xi Jinping kanan berjabat tangan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebelum pertemuan mereka di Gyeongju Korea Selatan 31 Oktober<br >Japan Pool via Kyodo NewsAP

UPAYA MEREDAKAN KETEGANGAN

China terus menegaskan klaimnya atas Taiwan, sementara Jepang memandang stabilitas kawasan sebagai kepentingan vital karena kedekatan geografis dan jalur laut strategis. Jepang juga menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di luar negeri, menambah sensitivitas geopolitik situasi ini.

Meski Beijing membalas ketegangan dengan berbagai langkah, termasuk imbauan penghentian perjalanan warganya ke Jepang, Tokyo tetap berupaya menenangkan situasi. Jepang bahkan telah mengirim utusan ke Beijing untuk meredakan sengketa menjelang KTT G20 di Afrika Selatan, meski peluang pertemuan bilateral masih belum jelas.

Pada Minggu, kapal penjaga pantai China kembali memasuki wilayah perairan sekitar kepulauan sengketa Senkaku/Diaoyu. Penjaga pantai Jepang mengusir kapal-kapal tersebut, sementara AS menegaskan kembali komitmen pertahanannya.
“Amerika Serikat sepenuhnya berkomitmen membela Jepang, termasuk Kepulauan Senkaku,” ujar Duta Besar AS untuk Jepang, George Glass.

BISNIS DAN DIPLOMASI DI PERSIMPANGAN

Menteri Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa mengatakan bahwa meski ketegangan meningkat, belum ada perubahan signifikan pada kontrol ekspor China terhadap mineral langka — komponen krusial bagi industri teknologi Jepang.

Tiga ketua federasi bisnis terbesar Jepang juga menemui PM Takaichi dan mendesak dialog aktif dengan China. “Stabilitas politik adalah prasyarat bagi hubungan ekonomi,” kata Ketua Keidanren Yoshinobu Tsutsui.

Namun para pengamat menilai upaya peredaan ketegangan masih jauh dari berhasil. Pakar kebijakan luar negeri China dari Cornell University, Allen Carlson, menilai kedua negara kini berada “di ujung pisau” setelah Jepang menolak menarik kembali pernyataan Takaichi.(red/reuters)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights