Gaza, NusantaraTop.co – Dunia jurnalisme kembali berduka. Hussam al-Masri (49), jurnalis video Reuters, tewas terkena serangan Israel pada Senin (25/8/2025) saat tengah mengoperasikan siaran langsung dari Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza.
Masri dikenal sebagai kameramen berpengalaman yang tetap optimistis dalam situasi paling berbahaya. Rekan-rekannya di Gaza menyebut ia selalu berkata, “Besok akan lebih baik,” meski kondisi semakin memburuk akibat perang dan krisis kemanusiaan.
Editor-in-Chief Reuters, Alessandra Galloni, menyebut Masri sosok yang tangguh dan berani.
“Hussam sangat berdedikasi menceritakan kisah Gaza kepada dunia. Ia kuat, tenang, dan berani dalam situasi paling menantang. Kehilangannya sangat dirasakan semua yang pernah bekerja bersamanya,” katanya.
Jenazah Masri ditemukan bersama kameranya di tangga luar rumah sakit. Dari lokasi itulah ia menyiarkan pemandangan Khan Younis sebelum rudal Israel menghantam. Beberapa menit kemudian, ledakan kedua terjadi di tangga yang sama, menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk relawan penyelamat dan empat jurnalis dari Associated Press, Al Jazeera, serta media lain. Fotografer Reuters, Hatem Khaled, ikut terluka dalam serangan kedua.


Militer Israel mengklaim jurnalis tidak menjadi target serangan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut insiden itu sebagai “kesalahan tragis” yang disesali Israel.
Kehidupan Masri sehari-hari mencerminkan penderitaan rakyat Gaza. Setelah rumah keluarganya hancur akibat ofensif Israel, ia bersama istri dan anak-anaknya tinggal di sebuah tenda. Ia kerap mengeluhkan kesulitan mencari makanan, namun tetap melanjutkan tugasnya merekam kondisi kemanusiaan.
Sejak bergabung sebagai kontraktor Reuters pada Mei 2024, Masri banyak bertugas menyiarkan langsung dari kamp pengungsian, penyeberangan Rafah, hingga Nasser Hospital. Siarannya dipakai berbagai media internasional untuk menunjukkan situasi nyata di Gaza.
Video terakhir yang ia buat pada Sabtu (23/8/2025) menampilkan keluarga-keluarga yang berduka atas kematian anak-anak akibat serangan udara Israel. Menurut data otoritas kesehatan Gaza, perang sejak Oktober 2023 telah merenggut lebih dari 62.000 jiwa Palestina.
Kakak Masri, Ezzeldin al-Masri, mengatakan:
“Peran Hussam di media adalah menyampaikan kebenaran. Kamera merekam, baik untuk atau melawan kami. Kamera merekam apakah ada pejuang Palestina atau pasukan pendudukan Israel.”
Beberapa jam sebelum kematiannya, Masri masih sempat berbicara dengan rekannya sesama jurnalis Reuters, Mohamed Salem, tentang sulitnya mencari makanan di Gaza. Tak lama kemudian, tubuhnya ditemukan terbaring di tandu.(red)
Sumber : Reuters
Editor : Pahotan M Hutagalung












