Ekonomi & BisnisMancanegaraRagam

Ketegangan AS-Iran Meningkat, Dolar AS Menguat, Harga Minyak Tembus Rekor 5 Bulan

×

Ketegangan AS-Iran Meningkat, Dolar AS Menguat, Harga Minyak Tembus Rekor 5 Bulan

Sebarkan artikel ini
Uang USD Dollar Amerika 1 Dollar 2013

Medan, NusantaraTop.co – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Senin (23/6/2025) setelah serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran memicu kekhawatiran global. Investor bergegas mencari aset aman, mendorong penguatan mata uang safe haven serta lonjakan harga minyak mentah.

Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan, sementara bursa saham global melemah usai Presiden AS Donald Trump menyebut kemungkinan perubahan rezim di Iran. Serangan terbaru menyasar situs nuklir Fordow di Iran, dengan bom seberat 30.000 pon yang dijatuhkan di pegunungan sekitarnya.

Dolar Perkasa, Mata Uang Asia Melemah

  • Di pasar valuta asing:
  • Euro melemah 0,33% menjadi $1,1484
  • Dolar Australia, sebagai indikator sentimen risiko, turun ke level terendah satu bulan, merosot 0,67% menjadi $0,6408
  • Poundsterling melemah 0,26% menjadi $1,3416
  • Dolar Selandia Baru jatuh 0,68% menjadi $0,5926
  • Yen Jepang turun 0,52% terhadap dolar menjadi 146,81, setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan

Indeks dolar AS tercatat naik 0,12% ke level 99,037, menunjukkan ketertarikan investor pada mata uang AS sebagai bentuk perlindungan.

Mata uang di Asia termasuk rupiah Indonesia, ringgit Malaysia, dan peso Filipina juga ikut tertekan karena bayang-bayang krisis di kawasan Timur Tengah.

Ancaman Iran dan Potensi Krisis Energi

Iran bereaksi keras dengan menyatakan siap membalas dan mempertahankan diri. Parlemen Iran mengesahkan rencana penutupan Selat Hormuz, jalur vital tempat hampir 25% pengiriman minyak dunia melewati wilayah yang berbatasan langsung dengan Oman dan Uni Emirat Arab.

“Pasar sejauh ini memperlakukan serangan AS sebagai peristiwa terbatas, bukan awal dari perang besar,” ujar Charu Chanana, Kepala Strategi Investasi Saxo Bank.

Namun, para analis memperingatkan bahwa jika konflik meluas, dolar bisa makin menguat seiring lonjakan permintaan aset safe haven, sementara harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi bisa menekan mata uang negara-negara berkembang.

Bank of America: USD/Yen Bisa Jadi Lindung Nilai

Bank of America mencatat bahwa USD/JPY menjadi lindung nilai efektif terhadap ketegangan geopolitik. Jepang mengimpor lebih dari 90% kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah, menjadikan negara itu sangat rentan terhadap gejolak harga energi.

“Jika harga minyak terus naik, pasangan dolar-yen bisa mengalami repricing ke level lebih tinggi,” kata analis BofA.

Pasar Kripto Mulai Pulih

Sementara itu, mata uang kripto mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan:

  • Bitcoin naik 1,75% setelah turun sekitar 4% pada Minggu.
  • Ether menguat 2,3% setelah melemah 9% di sesi sebelumnya.

Konflik Iran-AS kembali menempatkan pasar global dalam posisi waspada. Meski saat ini dianggap sebagai eskalasi terbatas, potensi penutupan Selat Hormuz atau serangan balasan dari Iran bisa menjadi pemicu krisis energi dan ketidakpastian ekonomi global. Dolar AS dan aset safe haven lainnya kemungkinan besar akan terus menjadi primadona investor.(red/reuters)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights