Nusantaratop.co (Minggu 08/6/2025) – Dari konferensi mewah di Las Vegas hingga proposal ETF “Truth Social”, dunia kripto memasuki fase baru yang semakin terhubung dengan politik dan institusi global.
Trump Media & Technology Group (TMTG), perusahaan yang menaungi platform Truth Social, resmi mengajukan peluncuran Truth Social Bitcoin ETF. Produk ini rencananya akan dicatatkan di NYSE Arca dan dikelola oleh Yorkville America Digital.
Langkah ini menandai keterlibatan serius pihak yang terkait dengan Presiden AS Donald Trump dalam sektor keuangan kripto.
“Ini bukan sekadar ETF — ini adalah simbol bahwa kita mengambil kembali kendali atas keuangan digital,” ujar Donald Trump Jr. dalam pidato pembukaannya di Konferensi Bitcoin 2025, Las Vegas.
Namun, analis tetap berhati-hati. Elena Foster, analis ETF dari CryptoResearch Global, menyatakan:
“Pasar ETF Bitcoin sudah sangat kompetitif. Tanpa diferensiasi atau keunggulan likuiditas, Truth Social ETF bisa kesulitan menembus pasar yang dikuasai BlackRock dan Fidelity.”
Harga Bitcoin Menanjak dan Stabil di Atas $100.000
Bitcoin terus menunjukkan performa yang mengesankan. Sepanjang 27 hari terakhir, harga BTC konsisten di atas USD 100.000, dengan kenaikan harian terbaru pada 7 dan 8 Juni masing-masing 2,5% dan 1,2%.
Tren ini turut diperkuat oleh sentimen komunitas yang sangat positif, ditandai dengan viralnya meme “happy moo” simbol baru dalam narasi bullish kripto.
“Komunitas kripto sangat responsif terhadap simbolisme, dan ini memperkuat kepercayaan psikologis pasar,” ujar Ricky Setiawan, pengamat kripto dari BlockchainID.
Korporasi Adopsi Bitcoin sebagai Strategi Keuangan
Dalam konferensi Bitcoin di Las Vegas, tidak hanya investor ritel yang hadir, tetapi juga eksekutif dari perusahaan besar. Salah satu pengumuman mengejutkan datang dari CEO GameStop, yang menyatakan perusahaan akan mulai menyimpan sebagian kasnya dalam bentuk Bitcoin.
“Bitcoin bukan lagi spekulasi. Ini adalah alternatif nyata dari sistem moneter tradisional,” katanya.
Model “Bitcoin Treasury” ini semakin populer, mengikuti jejak MicroStrategy, dan mendorong adopsi institusional lebih jauh ke depan.
India Tetap Kaku, Inggris Mulai Lunak terhadap Regulasi
Dari sisi regulasi, perbedaan sikap antar negara tetap terlihat mencolok.
Bank Sentral India (RBI) kembali menegaskan sikap hati-hatinya, mengutip risiko terhadap stabilitas sistem keuangan.
“Tidak ada perubahan dalam sikap kami. Kripto masih penuh risiko,” ujar pejabat RBI dalam pernyataan resmi.
Sebaliknya, Otoritas Keuangan Inggris (FCA) justru membuka kemungkinan mengizinkan kembali produk ETN kripto bagi investor ritel, yang sebelumnya dilarang sejak 2020.
Circle Resmi IPO: Infrastruktur Kripto Menuju Mapan
Salah satu pencapaian terbesar tahun ini datang dari sektor infrastruktur: Circle, penerbit stablecoin USDC, sukses mencatatkan sahamnya di bursa AS.
IPO tersebut mengumpulkan USD 1,05 miliar dan memberi valuasi Circle sebesar USD 8 miliar.
“Ini menunjukkan bahwa stablecoin, yang sering dianggap sebagai fondasi DeFi, kini sudah cukup matang untuk bermain di bursa saham,” kata Dr. Arief Kurniawan, ekonom digital dari Universitas Indonesia.
Kesimpulan: Kripto Masuk Babak Baru
Dengan semakin banyaknya keterlibatan institusi politik, perusahaan besar, dan investor global, tahun 2025 menandai fase baru dalam evolusi kripto: dari komunitas pinggiran menjadi kekuatan arus utama.
Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan laporan dari Business Insider, Financial Times, Times of India, dan sumber lapangan di Konferensi Bitcoin 2025.












