MancanegaraPolitik

Menhan AS Hentikan Kiriman Senjata ke Ukraina Tanpa Izin Gedung Putih, Trump: “Saya Tidak Tahu”

×

Menhan AS Hentikan Kiriman Senjata ke Ukraina Tanpa Izin Gedung Putih, Trump: “Saya Tidak Tahu”

Sebarkan artikel ini
Presiden AS Donald Trump, saat ditanya dalam rapat kabinet pada Selasa (8/7/2025). Para wartawan menyampaikan kabar terkait Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina tanpa memberi tahu Gedung Putih.

Washington, NusantaraTop.co – Situasi panas terjadi di internal pemerintahan Amerika Serikat pekan ini setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina tanpa memberi tahu Gedung Putih, menurut lima sumber yang mengetahui kebijakan tersebut. Keputusan itu membuat jajaran pemerintahan tergopoh-gopoh mencari penjelasan untuk disampaikan ke Kongres dan pemerintah Ukraina.

Presiden Donald Trump, saat ditanya dalam rapat kabinet pada Selasa (8/7), tampak menghindari tanggung jawab. “Saya tidak tahu, kenapa tidak kamu beri tahu saya?” jawab Trump saat ditanya siapa yang menyetujui penundaan itu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa AS akan terus mengirim senjata defensif ke Ukraina.

Penundaan ini menandai kedua kalinya Hegseth menghentikan kiriman senjata ke Ukraina sepanjang tahun ini, membuat sejumlah pejabat senior keamanan nasional kaget. Sebelumnya, pada Februari 2025, Hegseth juga membuat keputusan serupa, namun segera dibatalkan.

Keputusan terbaru itu kembali dibatalkan Senin malam lalu setelah Trump menyatakan secara terbuka bahwa Ukraina masih membutuhkan senjata pertahanan, terutama dalam menghadapi serangan rudal dan drone dari Rusia. Trump bahkan langsung memerintahkan Hegseth untuk kembali melanjutkan pengiriman, terutama untuk rudal intersepsi Patriot yang sudah berada di Polandia dan siap dikirim ke Kyiv.

Tidak Ada Koordinasi, Gedung Putih dan Menlu Tidak Diberi Tahu

Keputusan sepihak itu membuat Utusan Khusus AS untuk Ukraina, Purnawirawan Jenderal Keith Kellogg, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio – yang juga menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional – terkejut. Mereka mengetahui kabar penghentian bantuan itu melalui media, bukan dari internal pemerintahan.

Juru bicara Pentagon, Kingsley Wilson, mengatakan bahwa Hegseth hanya memberi kerangka evaluasi kepada Presiden untuk meninjau bantuan militer dan stok amunisi yang ada. “Upaya ini dikoordinasikan lintas lembaga,” ujarnya kepada CNN.

Namun Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa Presiden Trump tetap berkomitmen mengirim bantuan senjata defensif ke Ukraina. Ia menambahkan bahwa peninjauan ulang yang dilakukan Pentagon bertujuan memastikan bahwa semua bantuan asing sejalan dengan kepentingan nasional AS.

Masalah Koordinasi dan Pengaruh “America First”

Dua sumber menyebut Hegseth tidak memiliki kepala staf atau penasihat terpercaya yang bisa mendorongnya untuk berkoordinasi lebih baik dalam pengambilan keputusan besar. Keputusan menghentikan kiriman senjata disebut sebagai bentuk interpretasi Hegseth terhadap doktrin “America First” Trump.

Padahal, menurut sumber internal, Trump hanya meminta penilaian ulang terhadap stok senjata AS, terutama setelah konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel memanas. Ia ingin memastikan kesiapan militer AS jika konflik meluas.

Namun, keputusan untuk menghentikan kiriman senjata ke Ukraina justru datang dari Elbridge Colby, Wakil Menteri Pertahanan Bidang Kebijakan, yang sejak lama skeptis terhadap bantuan militer besar-besaran ke Ukraina. Colby menganggap bahwa AS seharusnya lebih fokus pada ancaman dari Tiongkok dan Asia, bukan Eropa.

Rekomendasi Colby disetujui oleh Wakil Menhan Steve Feinberg, yang khawatir industri pertahanan AS lamban dalam mengisi ulang stok senjata. Hegseth kemudian memberikan persetujuan akhir, berpikir itu akan selaras dengan kebijakan luar negeri Trump.

Kongres Belum Diberi Penjelasan

Sumber menyebut bahwa Pentagon belum memberikan bukti kekurangan stok yang mendesak kepada Kongres. “Kalau memang stok kritis, Kongres siap bekerja sama. Tapi tidak ada permintaan darurat yang diajukan Pentagon terkait amunisi ini,” ujar salah satu sumber.

Pentagon memang sering mengajukan permintaan dana dan otorisasi tambahan ke Kongres, namun belum ada dokumen resmi yang menunjukkan kebutuhan mendesak saat ini.

Trump Kian Kritis ke Putin

Dua sumber juga menyebut bahwa Trump kini enggan memberikan “kemenangan” kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menghentikan bantuan ke Ukraina. Trump dikabarkan makin kecewa karena Putin tidak menunjukkan niat berdamai.

“Kita sering diberi omong kosong oleh Putin,” kata Trump di Gedung Putih. “Kelihatannya baik-baik saja, tapi ternyata omong kosong belaka.”

Seorang pejabat Eropa mengatakan bahwa rasa frustrasi Trump terhadap Putin juga terlihat jelas dalam pertemuan puncak NATO di Belanda bulan lalu. Mereka meyakini bahwa penghentian bantuan itu bukanlah perintah langsung dari Trump, melainkan miskomunikasi internal di jajaran pertahanan AS. (cnn)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights