MancanegaraTeknologi & Digital

NASA dan GE Aerospace Uji Mesin Pesawat Hybrid, Diklaim Lebih Hemat Bahan Bakar

×

NASA dan GE Aerospace Uji Mesin Pesawat Hybrid, Diklaim Lebih Hemat Bahan Bakar

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Mesin pesawat hybrid hasil riset NASA dan GE Aerospace saat diuji di fasilitas Peebles Test Operation, Ohio, pada Desember lalu. Mesin ini merupakan versi modifikasi dari GE Aerospace Passport yang menggabungkan tenaga bahan bakar jet dan motor listrik. (Foto: GE Aerospace)

Ohio, NusantaraTop.co — Sebuah mesin pesawat yang diuji di fasilitas GE Aerospace di Cincinnati, Amerika Serikat, pada Desember lalu mungkin tampak seperti mesin biasa bagi orang awam. Namun bagi para peneliti NASA dan GE Aerospace, uji coba tersebut menandai terobosan penting: mesin pesawat hybrid yang berpotensi digunakan untuk menggerakkan pesawat komersial di masa depan.

Uji coba ini menjadi tonggak baru dalam dunia penerbangan dan merupakan hasil dari riset serta pengembangan selama bertahun-tahun. Sebelumnya, NASA dan GE Aerospace telah menguji berbagai komponen secara terpisah, seperti sistem kontrol daya, motor listrik, hingga perangkat pendukung lainnya. Namun, pengujian di Peebles Test Operation GE Aerospace, Ohio, menjadi yang pertama untuk sistem hybrid terintegrasi secara penuh.

“Turbin sudah ada. Kompresor sudah ada. Tapi sampai sekarang belum ada mesin hybrid-elektrik yang benar-benar terbang. Dan itulah yang kami lihat dalam pengujian ini,” ujar Anthony Nerone, mantan manajer proyek Hybrid Thermally Efficient Core (HyTEC) NASA di Glenn Research Center, Cleveland.

Mesin yang diuji merupakan mesin Passport milik GE Aerospace yang telah dimodifikasi. Mesin ini mampu mengekstraksi energi dari sebagian operasinya dan menyalurkan kembali daya tambahan tersebut ke bagian lain, sehingga meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

Teknologi mesin hybrid ini merupakan hasil kerja sama riset antara NASA dan GE Aerospace melalui kontrak HyTEC berbasis cost-sharing. Mesin tetap menggunakan bahan bakar jet, namun dibantu oleh motor listrik. Konsepnya serupa dengan kendaraan hybrid, namun penerapannya jauh lebih kompleks karena harus memenuhi standar keselamatan dan keandalan penerbangan.

Akibat kompleksitas tersebut, uji coba yang dikenal sebagai power extraction test ini menjadi salah satu demonstrasi paling rumit yang pernah dilakukan GE Aerospace.

“Mereka harus mengintegrasikan peralatan yang sebelumnya tidak pernah digunakan dalam pengujian mesin seperti ini,” kata Laura Evans, Pelaksana Tugas Manajer Proyek HyTEC di NASA Glenn.

Meski demikian, pengujian berlangsung sukses. Bukan sekadar simulasi atau uji keseimbangan, melainkan sebuah mesin yang beroperasi di dudukan uji dan menjalankan fungsi-fungsi penting layaknya mesin yang terpasang di pesawat.

Uji coba ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan industri penerbangan Amerika Serikat akan sistem tenaga yang lebih efisien dan hemat bahan bakar. Menurut Nerone, riset mesin pesawat hybrid di NASA Glenn sebenarnya telah dimulai sejak sekitar 20 tahun lalu, saat teknologi tersebut masih dianggap hampir mustahil diwujudkan.

“Sekarang, ketika Anda datang ke konferensi penerbangan, teknologi hybrid ada di mana-mana,” ujarnya.

Melalui proyek HyTEC, NASA menargetkan pengembangan mesin hybrid yang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 10 persen dibandingkan mesin pesawat terbaik saat ini. NASA juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut ke industri penerbangan.

Meski demikian, pekerjaan belum selesai. NASA dan GE Aerospace saat ini masih menganalisis data hasil pengujian dan mengembangkan langkah lanjutan menuju pengujian mesin berukuran lebih ringkas dalam dekade ini.

Meski begitu, demonstrasi ini menjadi bukti bahwa teknologi mesin pesawat hybrid semakin mendekati penerapan nyata.

“Kami semakin dekat dengan hasil dari pekerjaan panjang yang telah dilakukan selama bertahun-tahun,” pungkas Nerone.(red)

Sumber : NASA

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights