NusantaraTop.co | Washington – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis rekaman video semburan matahari (solar flare) yang berhasil ditangkap oleh Solar Dynamics Observatory (SDO) pada 18 Januari 2026. Dalam video tersebut, semburan tampak sebagai kilatan cahaya terang di bagian kiri-tengah permukaan Matahari.
Rekaman dibuka dengan pengamatan dari instrumen Atmospheric Imaging Assembly (AIA) pada panjang gelombang 131 angstrom, yang merekam spektrum sempit sinar ultraviolet ekstrem. Panjang gelombang ini digunakan untuk menyoroti material bersuhu sangat tinggi yang dilepaskan selama terjadinya semburan matahari. Tampilan tersebut divisualisasikan dengan warna hijau kebiruan (teal).
Penanda waktu di sudut kanan atas video ditampilkan dalam Coordinated Universal Time (UTC), yang diketahui lima jam lebih cepat dibandingkan Eastern Standard Time (EST).
Pada bagian selanjutnya, video menampilkan semburan matahari secara bersamaan dalam tiga panjang gelombang berbeda, dari kiri ke kanan yakni 131, 171, dan 304 angstrom. Masing-masing panjang gelombang diberi warna berbeda, yaitu teal, emas, dan merah, guna memperjelas karakteristik energi dan lapisan atmosfer Matahari yang diamati.
Video tersebut diakhiri dengan tampilan layar penuh dari kanal AIA 171 angstrom, yang umum digunakan untuk mengamati struktur korona Matahari dan dinamika plasma bersuhu tinggi.
NASA menjelaskan bahwa pengamatan multi-panjang gelombang ini penting untuk membantu para ilmuwan memahami mekanisme pelepasan energi Matahari, serta potensi dampaknya terhadap cuaca antariksa yang dapat memengaruhi satelit, sistem komunikasi, dan jaringan listrik di Bumi.(red)












