Annaba, NusantaraTop.co – Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo, menyerukan pentingnya pesan perdamaian dan hidup berdampingan di tengah perbedaan, setelah kembali menjadi sasaran kritik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di media sosial.
Dalam pernyataannya, Paus Leo menegaskan bahwa dunia saat ini membutuhkan semangat persatuan, dialog, dan saling menghormati, terutama di tengah meningkatnya perpecahan global.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungannya ke Annaba, di mana ia menekankan pentingnya membangun jembatan komunikasi antarumat beragama dan antarbangsa.
“Dunia perlu mendengar pesan bahwa meskipun kita memiliki perbedaan keyakinan, cara beribadah, dan cara hidup, kita tetap bisa hidup bersama dalam damai,” ujar Paus Leo.
Ia juga menyoroti pentingnya ajaran Santo Augustine sebagai inspirasi dalam mencari Tuhan sekaligus membangun komunitas yang harmonis.

Selama kunjungannya di Aljazair, Paus Leo turut mengunjungi sebuah masjid sebagai simbol keterbukaan dan upaya mempererat hubungan lintas agama. Menurutnya, langkah tersebut menjadi pesan kuat bahwa dialog dan toleransi adalah kunci menciptakan dunia yang damai.
Sementara itu, ketegangan mencuat setelah Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap Paus Leo melalui media sosial untuk kedua kalinya dalam sepekan.
Meski demikian, Paus Leo tetap menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan perdamaian global melalui perjalanan apostoliknya ke berbagai negara.
Ia berharap, pesan persatuan dan toleransi dapat terus digaungkan sebagai solusi menghadapi berbagai konflik yang terjadi di dunia saat ini.
Sumber: Reuters
Editor: Pahotan M Hutagalung












