PolitikRagam

Percakapan Lama Harrison Ford dan Zulkifli Hasan Soal Kerusakan Hutan Kembali Viral Usai Kasus Tesso Nilo Mencuat

×

Percakapan Lama Harrison Ford dan Zulkifli Hasan Soal Kerusakan Hutan Kembali Viral Usai Kasus Tesso Nilo Mencuat

Sebarkan artikel ini
Cuplikan video percakapan aktor Hollywood Harrison Ford (kanan) dengan Menteri Kehutanan RI periode 2009–2014, Zulkifli Hasan (kiri) kembali mencuat pasca banjir di Pulau Sumatera. (ist)

Medan, NusantaraTop.co – Cuplikan video percakapan aktor Hollywood Harrison Ford dengan Menteri Kehutanan RI periode 2009–2014, Zulkifli Hasan, kembali menjadi sorotan publik setelah kasus kerusakan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo kembali mencuat dan bersamaan dengan terjadinya banjir serta longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Video yang direkam 12 tahun lalu, tepatnya pada 2013, itu merupakan bagian dari serial dokumenter lingkungan berjudul “Years of Living Dangerously”, yang kala itu dibintangi Harrison Ford. Cuplikan lama tersebut kembali viral di media sosial, termasuk di kolom komentar akun YouTube The Years Project yang mengunggah tayangan tersebut.

Ford Terbang ke Tesso Nilo, Kaget Lihat Hutan Jadi Kebun Sawit

Dalam dokumenter tersebut, Harrison Ford melihat langsung kondisi Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, dengan helikopter. Ia terkejut melihat banyak kawasan hutan yang berubah menjadi kebun sawit, padahal wilayah itu berstatus hutan lindung.

Ford bahkan masuk ke dalam kawasan taman nasional dan bertemu kawanan gajah sebagai penghuni asli Tesso Nilo.

“Saya tak sabar bertemu Menteri Kehutanan,” ujar Ford dalam dokumenter tersebut setelah menyaksikan langsung kerusakan huta

Percakapan Tegang Ford dan Zulkifli Hasan

Ford kemudian mendatangi kantor Zulkifli Hasan untuk meminta penjelasan. Berikut ringkasan percakapan yang terekam dalam video:

  • Ford: “Dalam 15 tahun terakhir, 80 persen hutan Anda dieksploitasi secara komersial. Banyak yang mengatakan hubungan bisnis dan politik sangat kuat di negara ini.”
  • Zulkifli Hasan: “Anda tahu, kita baru berdemokrasi. Dalam waktu panjang akan ada titik seimbang.”

Ford kemudian menyinggung proyek konservasi hutan dataran tinggi yang menunggu tanda tangan Menhut.
Zulkifli menjawab bahwa separuh areanya telah disetujui, sekitar 100 ribu hektare.

Ford melanjutkan dengan menyinggung temuan lapangannya di Tesso Nilo.

  • Ford: “Ini tidak lucu. Tersisa hanya 18 persen. Banyak jalan ilegal, kayu ditebang, area terbakar. Apa yang sudah Anda lakukan?”
  • Zulkifli: “Anda baru lihat, terkaget-kaget. Kami tiap hari mencoba menyelesaikan persoalan. Kami baru mengalami demokrasi. Kadang-kadang surplus demokrasi.”

Ford kembali memotong penjelasan dan menyimpulkan bahwa pemerintah “rela kalah dalam pertempuran ini”, dan Zulkifli mengiyakan.

Di akhir percakapan, Ford menegaskan adanya tumpukan masalah di balik kekayaan alam Indonesia: “Di dasar tumpukan itu ada kejahatan, pelanggaran hukum, dan korupsi.”

Video Kembali Viral Tahun 2025

Percakapan tersebut kembali ramai dibahas pada 2025 karena publik mengaitkannya dengan kerusakan hutan yang masih berlanjut, termasuk di Tesso Nilo, serta bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Komentar warganet di YouTube kembali dipenuhi kritik, sebagian menyebut bahwa apa yang Ford lihat 12 tahun lalu masih terjadi hingga kini.

Riwayat Penetapan Tesso Nilo

Menurut pemberitaan Kompas.com, pada 28 Oktober 2014, Menteri Kehutanan mengukuhkan Taman Nasional Tesso Nilo seluas 81.793 hektare. Namun sebelum 2014, kawasan tersebut sudah lebih dahulu mengalami penyusutan signifikan akibat pembukaan lahan.

Siapa Harrison Ford?

Harrison Ford adalah aktor senior Hollywood kelahiran 13 Juli 1942. Ia dikenal sebagai ikon film global dengan peran-peran legendaris seperti Han Solo (Star Wars), Indiana Jones, hingga Rick Deckard (Blade Runner).
Film-filmnya meraih lebih dari US$10 miliar secara global.

Selain aktor, Ford juga aktif sebagai aktivis lingkungan dan sejak 1991 menjabat sebagai wakil ketua Conservation International. Ia dikenal vokal terhadap isu kerusakan hutan di berbagai negara, termasuk Indonesia.(red)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights