Manchester, NusantaraTop.co – Kapten Tottenham Hotspur Cristian Romero menyampaikan permohonan maaf kepada rekan setimnya usai menerima kartu merah dalam kekalahan 2-0 dari Manchester United pada laga Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (waktu setempat).
Pelatih Tottenham Thomas Frank mengungkapkan bahwa Romero telah meminta maaf di ruang ganti setelah diusir wasit pada menit ke-29 akibat tekel keras terhadap Casemiro di lini tengah. Keputusan tersebut menjadi titik balik yang merugikan Spurs, yang harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam.
“Cristian jelas tidak berniat melakukan pelanggaran lanjutan. Dia berusaha merebut bola, tetapi dengan aturan yang ada, itu berujung kartu merah. Dia sudah meminta maaf kepada rekan-rekannya di ruang ganti,” ujar Frank kepada TNT Sports.
Manchester United memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan baik. Bryan Mbeumo membuka keunggulan Setan Merah lewat skema tendangan sudut jelang turun minum, sebelum Bruno Fernandes memastikan kemenangan lewat gol di menit-menit akhir.
Kekalahan ini membuat Tottenham tanpa kemenangan dalam tujuh laga terakhir Liga Inggris (empat imbang, tiga kalah), yang menjadi rangkaian terburuk ketiga mereka sejak awal musim 2024/2025. Spurs kini terpuruk di peringkat ke-14 klasemen sementara.
Bagi Romero, kartu merah tersebut juga mencatatkan rekor negatif. Bek asal Argentina itu menjadi pemain pertama yang dua kali diusir di Liga Inggris musim ini. Total, ia telah mengoleksi empat kartu merah liga sejak bergabung pada 2021, terbanyak di antara seluruh pemain Premier League dalam periode tersebut dan menyamai rekor kartu merah terbanyak sepanjang sejarah Tottenham bersama Younes Kaboul.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Frank tetap memberikan pujian atas daya juang timnya yang tampil dengan satu pemain lebih sedikit.
“Kami sudah bekerja keras meningkatkan ketahanan mental. Memang kami tidak mendapatkan hasil, tapi apa yang ditunjukkan para pemain di lapangan luar biasa,” katanya.
Ia menilai Spurs tampil cukup baik di awal laga, sebelum insiden kartu merah mengubah jalannya pertandingan.
“30 menit pertama itu adalah performa tandang yang bagus di tempat yang sulit, melawan tim yang sedang percaya diri. Setelah kartu merah, saya sangat bangga dengan para pemain. Resiliensi mereka, mental bertahan dalam permainan, dan tetap mencoba menciptakan peluang,” tambah Frank.
Secara statistik, meski kalah jumlah pemain, Tottenham masih mampu memberikan perlawanan. Di babak pertama, Spurs mencatat expected goals (xG) 0,45 dari lima tembakan, sementara United mencatat 0,73 dari 10 tembakan. Namun setelah jeda, tekanan United meningkat dengan total 22 percobaan tembakan dan xG mencapai 1,79.
Frank juga memuji dukungan suporter Tottenham yang terus memberi semangat sepanjang laga.
“Mereka memberikan segalanya. Saya juga sangat bangga dengan para fans. Suara mereka terdengar keras sepanjang pertandingan,” ujarnya.
Tottenham kini harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Newcastle United pada Selasa mendatang. (Red)
Sumber : Sport TV
Editor : Pahotan M Hutagalung












