MancanegaraPolitikTimur Tengah

Serangan Israel di Beirut Tewaskan Komandan Hezbollah dan Warga Sipil, Termasuk Anak 15 Tahun

×

Serangan Israel di Beirut Tewaskan Komandan Hezbollah dan Warga Sipil, Termasuk Anak 15 Tahun

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi NusantaraTop.co

Beirut, NusantaraTop.co – Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah permukiman di ibu kota Lebanon. Sebuah lingkungan di distrik Jenayah, Beirut, dilaporkan hampir rata dengan tanah akibat serangan tersebut.

Dalam serangan itu, seorang komandan kelompok Hezbollah dilaporkan tewas. Namun, serangan tersebut juga menimbulkan korban sipil, termasuk seorang anak berusia 15 tahun.

Konflik yang kini memasuki pekan keenam itu semakin memprihatinkan, dengan warga sipil yang kian menjadi korban di tengah pertempuran. Bahkan, beberapa serangan dilaporkan menewaskan satu keluarga sekaligus.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan, ratusan orang telah tewas sejak konflik meningkat. Meski tidak ada pemisahan resmi antara korban sipil dan kombatan, diperkirakan sekitar 25 persen korban merupakan anak-anak, perempuan, dan tenaga medis.

Selain itu, ribuan orang lainnya mengalami luka-luka. Kondisi ini semakin diperparah dengan tekanan berat terhadap rumah sakit di wilayah selatan Lebanon, yang kini menghadapi kekurangan tenaga medis serta pasokan.

Sejumlah pihak di Lebanon mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “pembantaian terhadap kemanusiaan”. Mereka menegaskan bahwa bangunan yang diserang merupakan kawasan permukiman sipil tanpa indikasi aktivitas militer.

Di sisi lain, pasukan Israel dilaporkan terus berupaya maju di wilayah Lebanon selatan dengan dukungan serangan udara dan artileri intensif. Taktik militer yang digunakan disebut-sebut menyerupai “scorched earth policy” atau penghancuran wilayah untuk menguasai area strategis.

Namun, perlawanan dari Hezbollah masih berlangsung sengit. Kelompok tersebut dilaporkan berhasil memperlambat pergerakan pasukan Israel melalui serangan penyergapan dan penggunaan senjata anti-tank.

Kepala Angkatan Darat Israel menyatakan bahwa tujuan utama operasi ini adalah membentuk garis pertahanan depan guna melindungi wilayah utara Israel.

Meski demikian, konflik ini dinilai membawa dampak besar bagi Lebanon secara keseluruhan. Pemerintah Lebanon kembali mendesak Hezbollah untuk membuka jalur negosiasi guna meredakan ketegangan.

Namun, pihak Hezbollah bersikeras bahwa satu-satunya jalan tercepat menuju perdamaian adalah penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon. (red)

Sumber: Al Jazeera

Editor: Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *