Kyiv, NusantaraTop.co – Serangan rudal dan drone Rusia kembali menghantam Ukraina pada Rabu (22/10/2025), menewaskan enam orang, termasuk dua anak-anak, dan memicu pemadaman listrik massal di berbagai wilayah. Insiden ini terjadi di tengah dibatalkannya rencana pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah Moskow menolak seruan gencatan senjata.
Kepala Administrasi Militer Kyiv, Timur Tkachenko, menyebutkan bahwa puing-puing dari rudal yang berhasil ditembak jatuh berserakan di sejumlah distrik ibu kota, menyebabkan kebakaran di setidaknya setengah wilayah kota.
“Kami telah lama menyetujui proposal gencatan senjata dari AS, tetapi Moskow terus melakukan segala cara untuk mempertahankan perang,” kata Kepala Staf Presiden Ukraina, Andriy Yermak, melalui Telegram. “Ini membuktikan bahwa tindakan kolektif terhadap Putin masih belum cukup. Kita semua harus melakukan lebih banyak untuk menghentikan pembunuhan rakyat kami.”
Penundaan KTT AS-Rusia dikonfirmasi Gedung Putih setelah Rusia menolak tuntutan segera untuk gencatan senjata. Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada rencana pertemuan dalam waktu dekat.
Serangan Meluas, Infrastruktur Energi Jadi Sasaran
Dua korban tewas tercatat di Kyiv, sementara empat lainnya, termasuk dua anak-anak, tewas di wilayah sekitar ibu kota, menurut Dinas Darurat Ukraina.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan bahwa 10 warga berhasil diselamatkan dari kebakaran di sebuah gedung apartemen di Distrik Dniprovskyi. Lima orang, termasuk seorang anak, dibawa ke rumah sakit. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di Distrik Desnianskyi, Darnytskyi, dan Pecherskyi — lokasi kompleks keagamaan bersejarah Kyiv Pechersk Lavra.
Serangan dilancarkan sepanjang malam hingga dini hari menggunakan rudal balistik, disusul serangan drone.
Menteri Energi Ukraina, Svitlana Hrynchuk, menyatakan bahwa infrastruktur energi kembali menjadi target utama. Pemadaman listrik darurat diberlakukan di sebagian besar wilayah Ukraina, termasuk Kyiv dan daerah sekitarnya.
Di wilayah Poltava, fasilitas minyak dan gas di Distrik Myrhorod dilaporkan rusak. Sementara di Zaporizhzhia, wilayah garis depan yang kerap diserang, 13 warga terluka akibat serangan malam.
Sejak invasi besar-besaran pada 2022, Rusia terus menyerang infrastruktur energi Ukraina dengan alasan target militer sah. Serangan sehari sebelumnya menewaskan empat orang dan membuat ratusan ribu warga tanpa listrik serta air.(red)
Sumber: Reuters
Editor: Pahotan M Hutagalung












