MancanegaraNews

Serangan Rudal Rusia Guncang Kyiv, Trump Gagal Capai Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Putin

×

Serangan Rudal Rusia Guncang Kyiv, Trump Gagal Capai Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Putin

Sebarkan artikel ini
Asap terlihat dari pinggiran kota Kyiv, Ukraina, setelah serangan drone dan rudal Rusia pada 4 Juli 2025. (Alina Smutko/Reuters)

Internasional, NusantaraTop.co – Ibukota Ukraina, Kyiv, kembali diguncang serangan rudal dan drone Rusia pada Jumat dini hari (4/72025). Lebih dari selusin lokasi, termasuk kawasan permukiman warga, menjadi sasaran serangan yang terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya tidak berhasil mencapai kemajuan dalam upaya gencatan senjata saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, delapan orang dilaporkan terluka akibat serangan yang berlangsung selama berjam-jam dan merusak gedung-gedung bertingkat di dua distrik kota.

Dini hari, Angkatan Udara Ukraina melaporkan peluncuran sejumlah rudal yang mengarah ke Kyiv dan memperingatkan adanya misil balistik yang mendekat. Ledakan keras pun terdengar beberapa saat kemudian. Asap tebal menyelimuti sejumlah bagian kota, sementara suara drone terdengar melintas di atas wilayah pusat kota, seperti dilaporkan oleh jurnalis CNN yang berada di lokasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia meningkatkan intensitas serangan udara terhadap Ukraina. Pada bulan Juni saja, menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Rusia telah meluncurkan lebih dari 330 rudal, termasuk 80 rudal balistik, 5.000 drone tempur, dan 5.000 bom luncur.

Trump: “Saya Tidak Mencapai Kemajuan dengan Putin”

Sehari sebelum serangan, Presiden Donald Trump melakukan panggilan telepon hampir satu jam dengan Putin. Dalam pernyataannya kepada media, Trump mengaku frustrasi dan menyebut pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kemajuan berarti.

“Kami berbicara cukup lama. Kami membahas banyak hal, termasuk Iran dan perang di Ukraina,” kata Trump. “Saya tidak senang soal itu.”
Saat ditanya apakah dirinya membuat kemajuan, Trump menjawab tegas: “Tidak. Saya tidak membuat kemajuan apa pun hari ini.”

Orang orang berlindung semalaman di stasiun kereta bawah tanah selama serangan rudal di Kyiv pada 4 Juli 2025<br > Barbara WojazerAFPGetty Images

Penghentian Sementara Bantuan Senjata AS ke Ukraina

Serangan ini terjadi di tengah kebijakan penghentian sementara pengiriman senjata pertahanan udara oleh pemerintahan Trump ke Ukraina. Keputusan itu diambil usai evaluasi ulang anggaran militer dan bantuan luar negeri AS. Trump berdalih keputusan ini untuk melindungi stok senjata nasional Amerika.

Sejak invasi skala penuh Rusia pada 2022, AS telah menjadi pendonor utama bantuan militer ke Ukraina, mencakup sistem pertahanan udara, drone, peluncur roket, radar, tank, hingga senjata anti-armor. Namun, sejak Trump kembali menjabat, arah dukungan Amerika terhadap Ukraina menjadi semakin tidak pasti.

Menurut media pemerintah Rusia TASS, topik penundaan pengiriman senjata tidak dibahas dalam pembicaraan antara Trump dan Putin. Namun Trump disebut sempat mengusulkan agar perang segera diakhiri, yang langsung dibalas Putin bahwa Rusia tidak akan mundur dari tujuan perangnya.

Situasi di Ukraina kembali memanas, dan ketegangan diplomatik antara kekuatan besar dunia pun meningkat. Masyarakat internasional kini menunggu arah kebijakan luar negeri AS selanjutnya terkait konflik berdarah ini.

Pantau terus berita internasional terkini hanya di NusantaraTop.co.

Sumber : CNNWorld

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights