Phnom Penh, NusantaraTop.co — Kementerian Pertahanan Kamboja menuding militer Thailand melakukan serangan udara dengan menjatuhkan bom di kawasan Poipet, pusat kasino dan jalur perlintasan darat utama antara kedua negara, pada Kamis (waktu setempat).
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut pasukan Thailand menjatuhkan dua bom di wilayah Munisipalitas Poipet, Provinsi Banteay Meanchey, sekitar pukul 11.00 pagi.
“Pasukan Thailand menjatuhkan dua bom di area Munisipalitas Poipet, Provinsi Banteay Meanchey,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Hingga Kamis siang, pihak Thailand belum memberikan komentar atau konfirmasi resmi terkait tudingan serangan udara tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kembali bentrokan bersenjata antara dua negara Asia Tenggara itu sejak awal Desember. Para pejabat menyebutkan, sedikitnya 21 orang tewas di Thailand dan 17 orang di Kamboja akibat konflik terbaru ini. Selain itu, sekitar 800 ribu warga dilaporkan terpaksa mengungsi dari wilayah terdampak di kedua sisi perbatasan.
Konflik Thailand–Kamboja berakar dari sengketa wilayah yang telah berlangsung lama, terutama terkait penetapan batas perbatasan era kolonial sepanjang sekitar 800 kilometer, termasuk keberadaan sejumlah situs kuil kuno yang berada di kawasan perbatasan.
Masing-masing pihak saling menyalahkan sebagai pemicu bentrokan terbaru, dengan klaim bertindak untuk membela diri serta tuduhan adanya serangan terhadap warga sipil.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Kamboja pada Selasa (9/12) menyatakan sedikitnya empat kasino di negaranya mengalami kerusakan akibat serangan Thailand sejak pertempuran kembali pecah pada 7 Desember lalu.(red)
Sumber : ABS CBN












