MancanegaraNewsPolitikRagam

Trump Ancam Kenakan Tarif 100% pada Film Produksi Luar Negeri

×

Trump Ancam Kenakan Tarif 100% pada Film Produksi Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Tanda ikonik Hollywood Sign terlihat jelas di kawasan Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Kamis (19/10/2017). (REUTERS/Lucy Nicholson)

Washington, NusantaraTop.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (29/9/2025) menyatakan akan memberlakukan tarif 100% terhadap seluruh film yang diproduksi di luar negeri dan masuk ke pasar AS. Kebijakan ini, jika terealisasi, berpotensi mengguncang model bisnis global industri perfilman Hollywood.

Trump menegaskan sikapnya melalui unggahan di media sosial Truth Social.

“Bisnis perfilman kita telah dicuri dari Amerika Serikat oleh negara lain, sama seperti mencuri permen dari seorang bayi,” tulis Trump.

Namun, belum jelas otoritas hukum apa yang akan digunakan Trump untuk menerapkan tarif tersebut. Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi terkait mekanisme penerapan kebijakan tersebut.

Beberapa studio besar AS seperti Warner Bros Discovery, Paramount Skydance, Netflix, hingga Comcast juga belum memberikan komentar resmi.

Kekhawatiran Industri

Analis PP Foresight, Paolo Pescatore, menyebut langkah Trump menambah ketidakpastian di industri hiburan.

“Untuk saat ini, biaya produksi kemungkinan akan meningkat, dan pada akhirnya beban itu akan ditanggung konsumen,” ujarnya.

Trump pertama kali melontarkan ide tarif film pada Mei lalu, namun tanpa penjelasan detail. Saat itu, serikat pekerja film AS mendesaknya untuk lebih fokus pada pemberian insentif pajak bagi produksi domestik ketimbang menerapkan tarif impor.

Menurut Motion Picture Association, industri film AS mencatat surplus perdagangan sebesar US$15,3 miliar pada 2023, didukung ekspor film senilai US$22,6 miliar ke pasar internasional.

Tantangan Globalisasi Produksi Film

Eksekutif studio menilai penerapan tarif akan sulit karena film modern melibatkan proses lintas negara, mulai dari produksi, pembiayaan, pasca-produksi hingga efek visual.

Hollywood juga sangat bergantung pada pusat produksi di luar negeri seperti Kanada, Inggris, dan Australia, yang menawarkan insentif pajak besar. Selain itu, kerja sama produksi dengan studio di Asia dan Eropa semakin marak, di mana mitra lokal menyediakan pembiayaan, akses pasar, dan jaringan distribusi.

Penerapan tarif luas dikhawatirkan akan berdampak pada ribuan pekerja film AS yang terlibat dalam proyek internasional, mulai dari kru produksi hingga seniman efek visual.

Sumber: Reuters

Editor: Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights