DaerahNewsPolitikRagamSumut

Suhu Politik Calon Ketua Golkar Sumut : “Musa Rajekshah vs Doli Sinomba Digadangkan sebagai Calon Kuat”

×

Suhu Politik Calon Ketua Golkar Sumut : “Musa Rajekshah vs Doli Sinomba Digadangkan sebagai Calon Kuat”

Sebarkan artikel ini
Foto Kolase : Musa Rajekshah (kiri) Doli Sinomba Siregar (kanan) sebagai calon ketua Golkar Sumut (ist)

Medan, Nusantaratop.co  – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bakal melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda). Musda tersebut sedang  menunggu arahan keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Golkar, Selasa (8/4/2025)

Beberapa nama kader bermunculan akan mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Sumut menyaingi  Musa Rajekshah yang berstatus DPD Golkar Sumut.

Sosok kader  yang digaungkan jadi  pimpinan Golkar Sumut yakni Mantan Wasekjend DPP Partai Golkar Doli Sinomba Siregar. Doli Sinomba Siregar  memang sudah diprediksi sebagai kandidat kuat untuk Ketua Golkar Sumut.

Selain mereka,  nama-nama lain juga turut digaungkan seperti Bupati Labuhan Batu Utara (Labura) Hendri Yanto Sitorus, Anggota DPRD Sumut Irham Buana Nasution, dan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian.

Pengamat Politik, Walid Musthafa Sembiring mengatakan, kesuksesan partai politik dapat dilihat dari beberapa indicator.

Dia menjelaskan, keberhasilan partai politik terlihat dari hasil kemenangan pada kontestasi demokrasi berupa pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah (Pilkada yang baru berlangsung).

“Dilihat dari hasil Pileg maupun Pilkada, kemudian konsolidasi internal partai. Ketiga faktor inilah yang menyatakan keberhasilan satu partai politik,” kata pria tamatan Jurusan Ilmu Politik USU angkatan 2003 ini.

Walid menambahkan, Golkar Sumut memnag diketahui berhasil memenangkan kontestasi Pileg 2024. Partai berloggo pohon beringin ini mengantarkan 22 kadernya menjadi anggota DPRD Sumut.  Selain itu, Golkar Sumut dinobatkan untuk menjabat sebagai Ketua DPRD Sumut periode 2024-2029.

Lebih jauh Walid mengatakan, Golkar  Sumut di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah terbilang berhasil menempatkan diri menjadi pemenang. Sosok Musa Rajekshah dalam berpolitik punya peranan dan pengaruh besar dalam partai.

“Partai Golkar Sumut saat ini menurut saya dapat dikatakan sukses di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah,” terang Walid yang juga menjabat sebagai Dekan Fisipol Universitas Medan Area.

Walid menilai bahwa partai Golkar merupakan satu di antara partai politik di Indonesia yang memiliki kader-kader terbaik.

“Menurut saya jika Partai Golkar ingin terus dapat mempertahankan trend kesuksesan tersebut, tentu saja Ijeck masih sangat layak dipertahankan oleh Partai Golkar sebagai Ketua DPD Sumut,” sebutnya.

Menurut Walid, saat ini di Sumut baik secara personal maupun pengalaman kelembagaan, sepertinya belum ada yang mampu menyamai kerja-kerja politik maupun sosial yang dilakukan oleh Ijeck.

”Sehingga kalau kemudian ada yang ingin bersaing dengan beliau dalam merebut kursi ketua Golkar sumut, sah-sah saja, tapi saya melihat tidak akan berdampak signifikan terhadap peranan dan kepercayaan Golkar Sumut pada Ijeck,” pungkasnya.

Sosok Doli Sinomba Siregar

Doli Sinomba Siregar bakal meramaikan bursa pemilihan ketua Golkar  Sumut periode 2025-2030. Ia  menyatakan kesiapannya memimpin partai berlambang beringin di Provinsi Sumut.

“Kita siap maju dengan dukungan dari DPP Partai Golkar, DPD II Golkar se-Sumut, serta teman-teman kader Golkar di seluruh Sumut,” ujar Doli Sinomba Siregar dilansir tribun-medan.

Paman Bobby Nasution Gubernur Sumut tersebut pernah menjabat sebagai Anggota Fraksi Golkar Sumut periode 2014-2019.

Dia menekankan pentingnya soliditas Partai Golkar hingga tingkat kelurahan dan di kalangan masyarakat.

“Golkar sebagai partai tengah memiliki pengalaman yang cukup. Soliditas merupakan modal utama untuk memimpin organisasi Partai Golkar di masa depan,” tuturnya.

Ia menyampaikan, pemimpin di Partai Golkar Sumut harus memiliki kesadaran tentang tanggung jawab kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya memimpin, tapi juga harus bisa dipimpin.

“Tertib dalam berorganisasi adalah salah satu kunci untuk memimpin partai sebesar Golkar,”kata dia.

Sebelumnya, Doli Sinomba Siregar memang sudah diprediksi sebagai kandidat kuat untuk Ketua Golkar Sumut.

Selain Doli, terdapat juga nama-nama lain seperti Bupati Labuhan Batu Utara (Labura) Hendri Yanto Sitorus, Anggota DPRD Sumut Irham Buana Nasution, dan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian.

Musda Golkar Sumut direncanakan akan dilaksanakan paling lambat pada pertengahan tahun ini.

Doli mundur sebagai bakal calon bupati Tapsel

Doli Sinomba Siregar paman dari Bobby Nasution mundur dari bakal calon bupati di Pilkada 2020 Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Kala itu, Doli berencana maju bersama Muhammad Yusuf Siregar dan didukung oleh DPP Nasdem dan Hanura.

Mereka bahkan sudah menyiapkan berkas dan dijadwalkan mendaftar di KPU Tapanuli Selatan pada 4 September 2020.

Mundurnya Doli dari Pilkda Tapanuli Selatan sempat diterpa isu uang mundur.

Ia disebut mendapatkan sejumlah uang agar mundur dari pencalonan bupati.

Namun hal itu ditepis oleh Doli melalui akun Facebooknya, Doli menegaskan mundurnya dia dari Pilkada Tapanuli Selatan murni karena permintaan keluarga dan untuk menjaga etika politik.

“Sehubungan dengan pembatalan keikutsertaan saya sebagai Calon Bupati Tapanuli Selatan pada Pilkada tahun 2020 ini, dimana beredar isu atau berita yang tidak benar dan menyakitkan hati, yang menyatakan bahwa saya menerima uang atau sesuatu dari pihak tertentu agar saya mundur dari pencalonan Bupati dimaksud,” tulis Doli, Jumat (4/9/2020) silam.

Saat dikonfirmasi, Doli membenarkan pernyataanya tersebut. “Saya ingin membantah sekaligus menjelaskan bahwa saya sampai dengan detik ini, tidak pernah menerima uang atau sesuatu dari pihak manapun dalam rangka pencalonan dimaksud.”

“Sampai akhirnya saya menyatakan batal mengikuti Pilkada Tapsel Tahun 2020 ini. Dengan kata lain, apa yang diisukan saya menerima ‘uang mundur’, Insya Allah itu tidak ada sama sekali,” ujar Doli lewat pesan singkatnya kepada kompas.com, Sabtu (5/8/2020).

Doli mengatakan, pengunduran dirinya dari Bakal Calon Bupati Tapanuli Selatan memang murni karena permintaan keluarga, demi menjaga etika perpolitikan di Indonesia.

“Dan juga saya ingin menjelaskan kembali kepada khalayak ramai bahwa saya membatalkan pencalonan ini murni karena permintaan Keluarga demi Menjaga Etika Perpolitikan di Tanah Air. Sekian dan terima kasih,” ucapnya.

Satu hari sebelumnya, Doli sudah mengumumkan mundur dari Pikada 2020 melalui Facebook pribadinya.

“Perlu saya sampaikan bahwa sehubungan dengan keikutsertaan saya dalam Pilkada Tapsel tahun 2020 ini saya hentikan/batalkan, atas permintaan pihak keluarga yang ada di Jakarta.”

“Walaupun segala bentuk persyaratan baik partai-partai pendukung dan persyaratan lainnya sudah siap untuk mendaftar di KPU Tapsel, bahkan kita sudah minta dijadwalkan untuk mendaftar di KPU pada tanggal 4 September 2020 ini,” tulis Doli, Kamis (3/9/2020) silam.(red/trbnmdn)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights